Monkey Land, not a land for monkeys ;)

Kira-kira 2 minggu lalu, pulang kebaktian, saya mengajak mantan pacar jalan-jalan ngemol. Jadilah kami ke GI. Mall di tengah kota yang lumayan lengkap dan terhitung baru buat cks. Masih sering nyasar dan blum hafal letak toko ini dan itu soale, jadi masih terhitung baru.

Tadinya, kami mau mangkal di sebuah kafe es krim di atasnya singing fountain, tapiii, seperti biasa, antrian ala ‘Dufan’ ada disana. Gag jadi deh makan es krim mahalnya :) Setelah berputar-putar tidak  jelas, akhirnya kami tiba di keputusan,

Makan di gading aja yuk?

Hahahhahaa, tetep Mall Kelapa Gading jadi tempat kebanggaan, dimana kami bisa berjalan-jalan tanpa nyasar dan susah mencari tempat ini dan itu :)   Ketika sedang di jalan mencari pintu ke tempat parkir, kami melewati sebuat tempat bermain anak yang langsung membuat Tim Nick merengek ingin main. Tadinya saya pikir, tempat itu hanya cocok untuk anak usia 1 – 5 tahun, dan akan segera membuat Tim Nick bosan. Tapi, si mantan pacar bilang,

“Gpp deh, udah lama juga anak-anak gag main” 

Yep, udah lama anak-anak gag berekreasi, sejak maknya super sibuk sama kerjaan sendiri! Akhirnya mereka masuk ke kawasan Monkey Land ini.

Dengan membayar 50 ribu/anak, mereka bisa masuk dan bermain sepuasnya. Bentuk tempatnya sendiri tidak rumit, hanya empat persegi panjang, yang salah satu sisinya terlihat dari sisi luar. Hanya ada 5 bentuk mainan yang terlihat disana. Semuanya terbuat dari bahan busa yang tidak keras bila terkena kepala anak. Ada perosotan besar yang juga terbuat dari bahan tiup. Disini, alih-alih meluncur, Tim Nick malah sibuk koprol di perosotan :)

Ada juga kolam kecil berisi air, yang dilapisi dengan plastik tebal. Disana anak-anak bisa meloncat-loncat, atau tiduran ala di kasur air. Lucu dan seru!

Selama anak-anak bermain, orangtua bisa duduk di kursi panjang empuk, yang disediakan di luar. Kegiatan para pengantar yang duduk di kursi itu biasanya : duduk, seru melihat anak-anak bermain, sampai akhirnya tertidur pulas diatas kursi empuk dan sejuknya ac mall.

Saya dan mantan pacar memilih untuk berjalan-jalan berdua, sementara ibu saya dan neng, assisten rumah tangga saya, menunggui anak-anak dengan bobo siang di kursi panjang.

2 jam lebih setelah kaki lelah, kami menjemput anak-anak yang rupaya masih belum puas bermain! Haiizzz … dengan 50 ribu rupiah, melihat mereka happy dengan baju basah dan keringat dimana-mana, rasanya jadi ikutan happy juga!

Buat mommies, kalau mau iseng mencoba tempat ini, jangan lupa memakaikan kaos kaki ke anak-anak, membawakan handuk kecil untuk keringat mereka, membawa air minum secukupnya, dan pastinya menyediakan kaos/baju ganti untuk mereka berganti setelah seru bermain ;)

Tim seru main puter-puter auooooo ....

Tim seru main puter-puter auooooo ....Jump jump jumpgurita berputar kursi tempat parent menunggu

 

50,000,- / anak / sepuasnya

50,000,- / anak / sepuasnya

 

5 thoughts on “Monkey Land, not a land for monkeys ;)

  1. gw dulu pernah nemenin clarissa main ginian udah lama banget jaman tempatnya deket gramedia hrg masih 40rb yg ada krn mainannya model gitu gw pusing krn banyak anak yg ajlut2an, akhirnya tiap clarissa skrg mau main gw blg itu buat bayi hahaha krn gak ada yg mau temenin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s