Standard RS Kita!

March 15, 2011 at 01:12 4 comments

Semalam saya baru mendatangi sebuah rumah sakit untuk memeriksa mata si Timmy. Karena sudah daftar dari pagi via telpon, dan kebetulan dokter yang dikunjungi bukan dokter yang ramai pasien, 5 menit setelah daftar ulang, Tim bisa langsung masuk untuk periksa mata.

Tim mengeluh matanya minus (entah darimana dia dapet istilah seperti itu). Yang jelas, matanya mungkin sering lelah dan berair, mungkin sekali karena keseringan memelototi layar tv or layar game portable-nya. Untung, setelah diperiksa, dokter menyatakan matanya sehat dan tidak ‘minus’ … Udah sempet ngebayangin siy, Tim kelihatan serius banget dengan kacamatanya … hahahahhaha.

Setelah selesai berobat, dokter memberi resep obat tetes dan syrup vitamin mata, plus memberi pesan untuk sering2 mengedipkan mata ketika beraktifitas lama dengan mata. That’s it!

Setelah 10 menit periksa, tibalah waktu untuk membayar. Saya bergegas menuju loket bertuliskan : Pembayaran. Dan setelah mengantri 2 orang didepan saya, saya mendapat informasi kalau pembayaran melalui asuransi, harus mengisi formulir ABC yang bisa diambil di sebelah ‘sana’ …. Bergegas kembali ke sebelah sana, dan setelah mengisi form, saya kembali mengantri untuk melakukan pembayaran. Setelah sampai di depan petugas, dengan santainya petugas memberi tahu, kalau ingin membayar, harus mengambil kupon nomor antrian terlebih dahulu, disebelah sana.

Segera saya menuju mesin otomatis pembuat nomor. OMG, keribetan mulai terasa. Setelah mengambil kupon, nomor antrian yang tertera di tangan saya adalah 096, sementara di layar informasi baru nomor 083. Cuma 13 nomor sebenarnya. Tapi, untuk maju dari nomor 083 ke 085, membutuhkan waktu kurang lebih 25 menit. Dan saya masih melihat orang yang punya nomor antrian 083 berdiri di loket kasir, ketika nomor antrian 085 sudah dipanggil. Artinya tentu saya, proses pembayaran belum selesai!!!

Ketika akhirnya nomor di layar informasi sudah di posisi 086, 10 nomor sebelum nomor saya, waktu sudah menunjukkan pukul 20.00. Artinya, sudah 45 menit menunggu nomor saya dipanggil. Sebegitu lamakah seorang pasien yang menggunakan fasilitas asuransi harus menunggu??? Sebegitu murahkah artinya ‘waktu’ bagi para petugas rumah sakit itu???

Mengingat teriakan kelaparan dari anak-anak saya, waktu yang terus bergerak larut, saya langsung menuju mesin otomatis pencetak nomor, memilih menu pembayaran tunai, dan menunggu 1 menit sampai akhirnya saya berdiri di depan petugas lain untuk membayar tidak dengan kartu asuransi!!!!

Dengan rupiha hampir 300 ribu yang saya keluarkan, sepertinya saya bisa berhemat sampai dengan 3 jam kedepan, untuk bisa melakukan hal lainnya. Berikutnya, saya harus menunggu kurang lebih 1/2 jam, hanya untuk obat –bukan racikan– yang disiapkan oleh petugas apotik.

Kira-kira, kalau saya adalah seorang pasien yang sedang sakit menggigil dan butuh tidur cepat, berapa lama waktu yang harus saya siapkan untuk sekedar ‘berobat’ ke dokter??? Berobat, membayar dan menunggu obat di apotik rumah sakit yang seharusnya mempersingkat waktu, dibanding harus ke apotik sebelah, malah membuang waktu. Entah karena birokrasi yang begitu panjang, atau kekurang sigap-an petugas, atau kekurangan sumber daya manusia untuk melakukan pekerjaan tersebut, atau, entah apa lagi masalah yang mereka hadapi, sehingga membuat pasien menunggu berjam-jam hanya untuk sesuatu yang sepele!

Disela kegundahan yang tersimpan di kepala tadi pagi, sebelum saya membuat postingan ini, saya mendengar curhat seorang teman, yang anaknya sakit demam tinggi, dan disuruh mendaftar dan menunggu oleh petugas UGD di rumah sakit yang sama!  Unit Gawat Darurat, yang kalau di film2 barat saya lihat penuh dengan petugas-petugas cekatan, dokter yang sibuk membantu pasien sana dan sini, di rumah sakit ini, malah diisi dengan pasien umum dengan keluhan ringan yang tidak butuh dokter spesialis.

Bukankah Unit Gawat Darurat seharusnya diperuntukkan untuk pasien GAWAT dengan keadaan EMERGENCY dan mungkin sekali membutuhkan pertolongan SEGERA sebelum keadaan mereka bertambah PARAH????

Tak heran kalau banyak jiwa melayang sia-sia karena pertolongan dokter tidak bisa segera didapatkan, hanya karena prosedur dan kekurang sigap-an petugas kesehatan.

Mungkin dulu saya seharusnya mengambil kuliah kedokteran, supaya tidak harus ke Rumah Sakit ketika saya sakit, atau ketika anggota keluarga butuh pertolongan emergency!!

Advertisements

Entry filed under: Uncategorized.

Am the Cover Girl!!! Bday CKS *belated update*

4 Comments Add your own

  • 1. limmy mama radhika rania  |  March 15, 2011 at 03:24

    hehe kyknya gue tau RS mana yang lu maksud la.
    soalnya baru aza hari minggu kemaren gue dari sana. kalo hari minggu sih sepi bgt. ga pake antri.

    kalo gue sih biasanya lebih milih beli obat resep dokter di luar rs.
    karena selain males antri, harga obat di rs tuh jauh lebih mahal dibanding apotik di luar.

    trus itu bagian UGD kayaknya lebih cenderung jadi praktek dokter umum ya. bukannya bener2 “UGD” kyk ER gitu

    Reply
  • 2. Pucca  |  March 15, 2011 at 05:31

    rs apa itu la? setau gua kalo kondisi kritis langsung ditangani ugd kok. sementara orangnya ditangani di ugd, yang nganter emang disuruh urus administrasi. dulu waktu gua ke rs naek ambulans langsung ditangani juga. mungkin tergantung rs juga kali..
    tapi emang pelayanan rs sini gak terlalu bagus sih.. gak sesigap dan cekatan seperti negara tetangga..

    Reply
  • 3. celline  |  March 15, 2011 at 08:13

    Kayany gue tau nih rs, soalny gue jg baru ngerasain wkt mau operasi geraham kmrn, untungnya drku punya akses pribadi, shg ng bertele2 ngantri, tapi nunggu obat yg pil aja lama bgt…
    Tapi emang rs ny jg kaya pasar, aku mau nanya biaya operasi aja disuruh ambil ticket antrian, males bgt d. Mending balik ke rs kel aja….
    kayany skrg dr2 ud susah yg berjiwa sosial by, soalny mereka mikirny mau cepet balik modal….

    Reply
  • 4. Sally  |  March 29, 2011 at 16:05

    huh… payah juga yah ….. ini hidup yang harus kita jalani…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Luvly7 ….

Cewek Keren Sedunia is her middle name ... Love travelling ,make friends, watch movie and sleep! Really wanna be slim without stop eating :) Be a famous TV presenter & MC is one of her biggest dream, and hopefully she still can reach it !!! You go girl !!

Oldies

Visitors

  • 442,971 clicks

RSS Blogger’s update

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Recent Posts


%d bloggers like this: