Salon murah vs salon mahal

*Yang saya bahas disini adalah salon kecantikan, alias salon buat perawatan rambut dll. Bukan salon mobil or salon bar looh :)*

Jadi ceritanya, sama seperti perempuan kebanyakan lainnya, salon adalah salah satu tempat favorit saya. Kalau ada uang lebih, saya suka menghabiskan waktu buat nyalon, dengan berbagai perawatan yang sebenarnya bisa dilakukan di rumah.  Treatment favorit saya adalah creambath or meni-pedi. Kalo gag punya banyak waktu buat creambath, sekedar cuci blow saja, udah bisa bikin hari dan hati jadi ON. Makluuum, walaupun kata orang saya gape mendadani muka, saya merasa kurang telaten menata rambut sendiri :p

Seperti loyal customer lainnya, saya kurang suka berpindah2 salon. Salon langganan saya cuma ada 3-4 saja. Semuanya ada di list salon yang pernah saya buat dulu.  Jadi, tergantung kebutuhan dan tergantung ada promo di salon yang mana. Bisa juga, plan ke salon yang ini, tapi batal karena penuh, dan akhirnya pindah kesalon yang itu.

Kira-kira seminggu yang lalu, saya mencoba sebuah salon yang diluar list salon langganan saya. Namanya salon IT. Beda dengan salon Y, D, M yang biasa saya kunjungi, salon IT ini agak sedikit membuat saya berdebar. Makluuum, brand ‘elite’ nya membuat saya sedikit kikuk buat masuk kesana. Harga cuci blow di salon elit ini, kira-kira 3x harga cuci blow di salon langganan biasa. Harga potongnya, hmm, sekitar 170 – 275 ribu rupiah saja.

Ini bukan kali pertama saya mengunjungi salon elite koq! Katakanlah, beberapa tahun yang lalu, saya juga pernah mencoba service di salon PS, T&G & HQ, yang tarifnya kira-kira sama seperti salon IT ini. Namun, setelah saya realize, bahwa potongan rambut dan hasil cat rambut di salon2 tersebut tidak jauh lebih cocok daripada salon-salon bertarif ‘murah’, maka saya berhenti membuang uang untuk ke salon tersebut.

Hasil survey saya ketika saya merasakan treatment di salon ‘mahal’ a.k.a IT adalah :

  1. Sambutan dari cs yang cantik dan rapi, dengan dandanan keren dan gaya rambut yang sangat representative.
  2. Atmosfer salon yang cozy, tidak sumpek apalagi gelap.
  3. Handuk & clothes cover (yang dipakai ketika akan hair cut) berbau harum dan terlihat bersih. Tidak apek seperti di salon Y, sampai-sampai beberapa tamu harus membawa handuk sendiri dari rumah.
  4. Shampoo yang akan digunakan terdiri atas 2 jenis, yang biasa (walaupun saya yakin kualitasnya tidak kacangan juga) dan yang bagus, berlabel ‘K’ dengan beda cuma 5 ribu rupiah saja. Dan entah sugesti atau bukan, shampoo mahal sepertinya memang beraroma lebih wangiiiiii 🙂 hahahhaha
  5. Sylist yang beredar di salon tersebut juga terlihat lebih gaya dan lebih representative.

Selama disana, saya sempat memperhatikan sekitar. Memandangi para tetamu yang sepertinya sudah menjadi langganan salon tersebut. Ada bapak2 muda, dengan dandanan biasa, tapi biasa gunting rambut disana juga ( terus terang, sampai sekarang, saya tidak tau, apa bedanya cukur rambut di tempat mahal dan ditempat murah, untuk rambut laki2).  Kebanyakan wanita tua dan muda yang memang bergaya menengah keatas.

Dan setelah merasakan pengalaman gunting rambut, blow styling dan pedicure di salon tersebut, menurut saya :

  1. Hasil guntingan halus, tidak terlalu kelihatan ‘ketawan banget abis gunting rambut lu ya?’. FYI, yang memegang saya kemarin adalah top sylist dengan harga gunting rambut paling mahal dibanding sylist lainnya.
  2. Hasil blow : biasa banget. Tidak se-matang hasil blow di salon Y, yang memang terkenal top untuk urusan per-blow-an.
  3. Hasil pedicure : memang alat2 dan bahan2 yang digunakan, semua yang berkelas. Alat perendam kaki yang digunakan juga special untuk foot spa. Bukan baskom kecil yang diisi dengan air hangat manually, seperti di salon T dan Y. Hasil cutex dengan brand OPI, biasa2 saja.

Kesimpulannya, perawatan kurang lebih 2 jam yang menghabiskan budget 450 ribu (belum termasuk tips) itu cukup memuaskan. Sayangnya, selama treatment berlangsung, saya sibuk berpikir, berapa tips yang harus saya bagikan, untuk 1 orang sylist, 1 orang pedicure-girl, 2 orang tukang cuci & 1 orang tukan blow saya … Jumlah total tips (untuk 5 orang) yang seharga ongkos perawatan saya di salon biasa sepertinya!

*bocoran dari teman saya yang merupakan salah satu langganan di salon IT ini, 1 orang stylist biasa di beri tips 50 ribu, dan sisanya, cukup 20 ribu saja … haduuuh!!!!*

 

 

 

 

Published by luvly7

Fashion Police, Travelling Lover & Conflict Avoid-er ;)

20 thoughts on “Salon murah vs salon mahal

  1. gua ke salon jarang banget karena daku lebih suka massage. hahaha
    jadinya sebulan sekali pasti massage atau pijit refleksi di tempat langganan.

    kalo 450 ribu bisa buat jatah massage gua 3 bulan tuh 🙂

  2. waks telan ludah liat bocoran temen lu utk tips doang sampe setinggi itu. gue jaran gbgt ke salon. 2 bulan lalu baru cobain gunting rambut di salon baru dekat rumah. hasilnya memuaskan bgt utk standar gue. lumayan cm 15rb hahaha jauh bgt ya dari 450rb yang lu keluarkan utk sekali gunting rambut :p

    1. yaa segitu itu Ngel … errrr, kalo kira2 gag sreg2 amat sama stylistnya, or kira2 gag bakalan balik lagi ke salon itu, pura2 bego gag usah kasih tips aja :p … kaburrrrr belaga lupa :p

  3. aku buka salon ney!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!murah tapi oke kok,,,buat saya hasil kog bukan uang sedikit asal sering dr pda banyak tapi cuma sekali…salonku jga baru launching!!!!!dateng ya aku tunggu thanks”

  4. heheheee…..
    sy barusan beli voucher potong rambut nih mbak di salon mahal di central park initialny MJ. dari 250rb jadi 79rb. baca post ini sy jadi ketar ketir juga cem manak cerita nanti ngasih tipsny y?? scara sy cuma rencana ngasih tips ke yg potong doang. itupun 10rb aj. fyi, 10rb itu aj menurut sy udah gede loh. tadinya mau goceng. wkwkwkw

    1. hehehe … sorry baru dibales nih Tin … jadi gimana ngetipsnya? well, sebenernya tips itu seikhlasnya sih. based on puas or tidak puasnya kita sama service seseorang. Aku sering gag ngasih juga kalo yg pegang gag enak, boro2 ngetips, malah ngomel2 sambil cemberut :p

  5. gak pernah kepikiran ngasip tip kalo ke salon -_- emang teknis ngasihnya gmana sih? lgs dikasihkan, atw ngasihnya ngumpet2 pake salam tempel, atw pas bayar di kasir, atw gmana kah?

    1. err, biasanya di tempel sambil salaman gitu, model salam tempel lah 🙂 tapi pernah juga aku titip ke kasir, kalo pas niat banget pengen ngetips sementara si stylist udah gag keliatan batang hidungnya 🙂

Leave a Reply to angel Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: