Posts filed under ‘Jalan – Jalan’

Hongkong – Macau – Senzhen Trip 2015

Ini bukan kali pertama saya menginjakkan kaki di negri ini. Sudah pernah kesini sebelumnya dengan teman kantor dan dengan format ber-4. Tapi ketika mendapatkan tiket promo di sebuah travel fair, Hongkong lah yang kemudian menjadi tiket yang kami beli ber-12. Ha? Banyak amat?? Yep, karena yang kali ini pergi adalah suami saya yang punya 4 adik, lengkap dengan istri dan suami mereka, anak2 mereka dan mamie tercinta pastinya. Total ada 10 dewasa, 5 anak dan 1 bayi berusia 8 bulan. 4 anggota keluarga lain berangkat dari Singapore. Tiket untuk trip ini kami beli sejak bulan September 2014 lalu. Dengan penerbangan SQ, kami rasa, worth to try!

Kami berangkat siang dan sore hari. Rombongan terpecah 2, karena keterbatasan seat. Saya, Daniel, Tim & Nick berangkat duluan dengan SQ 872, dari Jakarta, transit Singapore dengan tujuan akhir HongKong. Sampai di Singapore, adik Daniel, Michael (know as Chef Michael from Hells Kitchen Indonesia), bergabung bersama istri dan 2 anaknya. Kemudian kami yang tiba lebih dulu di HongKong, menunggu rombongan keluarga lain yang tiba agak malam sambil makan dan jalan2 di HongKong airport. Well … HKIA tidak seindah dan sekeren Changi pastinya. Apalagi ketika itu kami sudah keluar imigrasi. Jadilah cuma ada beberapa tempat makan ramen & Mc.D serta mini market seperti sevel dan sebuah bakery kecil. Sempat terpikir untuk pergi ke hotel lebih dahulu, tapi kemudian kami memutuskan untuk stay dan menunggu rombongan mamie cs. Ketika akhirnya rombongan besar tiba, duh, leganya. Bayangkan, kami berangkat dari rumah ke airport sekitar pukul 7 pagi. take off dari Jakarta jam 11. Dan rombongan besar tiba sekitar jam 11 kurang waktu HongKong. Well … walaupun dalam suasana liburan, tapi sepertinya sampai di hotel, mandi dan tidur adalah opsi terbaik saat itu.

Full team, mamie, 5 anak, 4 menantu, 6 cucu.

Full team, mamie, 5 anak, 4 menantu, 6 cucu.

Dengan sebuah bus berkapasitas 45 seat, kami dipimpin oleh tour leader kami, berangkat menuju hotel Holiday Inn Express Kowloon. Jarak ke hotel dari airport sekitar 1 jam. Harusnya sih capek, tapi mungkin anak2 terlalu exciting dalam suasana liburan dan bertemu dengan aunties, uncles dan cousins mereka. Jadilah tidak ada yang tertidur di perjalanan itu. Guide kami sendiri, seorang wanita berusia sekitar 60 tahunan. Kecil mungil, orang Surabaya yang sudah puluhan tahun tinggal di Hongkong. Tidak terlalu outstanding sebagai guide, tapi beliau punya hati yang super baik dan sabar.

Tiba di hotel yang lumayan mungil, urus check in, bagi2 kamar, dan tidurrrr … pop mie, susu dan perbekalan makanan saya cukup laris manis malam itu. Maklum, sudah tengah malam, dan kami terlalu malas buat keluar cari2 cemilan lagi.

Day 2 di HongKong, kami ke Ocean Park. Cuaca di HK sedang kurang bersahabat. Panasnya keterlaluan dan terkadang hujan tiba2. Ocean park cukup luas. Dari permainan anak, sampai mini zoo ada disini. Disini saya dan anak2 melihat koala, berjenis ikan lucu, beruang dan bahkan penguin yang ternyata berbulu *well, I always thought that penguin kulitnya licin kyk ikan 🙂

Disini juga, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, cks berhasil naik halilintar a.k.a jetcoster, a.k.a mainan mengerikan super tinggi yang namanya hair raiser. Yuppp, si sok berani yang dalemnya penakut ini, jajal main jet coster yang dibalik2 gitu … pertamanya iseng, pengen ngetes mental saya. Masak orang lain berani, saya tidak. Sempet liat2 dulu sebelum duduk, sempet meyakinkan diri lagi. Ahhh, cuman sekali puteran doangg koooq … paling lama 3 menittt. Dan akhirnya saya naiik sodara-sodara :’D kesan-kesan cks? “gag  mau lagiii!! cukup sekali ajaaaaah menguji nyali beginih 😥

hair raiser

C360_2015-06-23-12-44-39-718

Ini diaaa, cewek cantik yang berhasil meyakinkan cks buat melangkahkan kaki ke permainan yang gag ada enak2nya ituh :p

Di Ocean Park, ternyata sudah tidak ada fasilitas kolam renang lagi (tadinya ada katanya), padahal kami sudah siap dengan baju renang dan handuk kecil. Jadilah kira2 jam 5an, kunjungan selesai. Eits, ternyata jam 8 pertunjukan laser model yang  ada di GI itu loh. Closingnya kembang api. Karena super capek, sebagian besar dari kami memutuskan untuk pulang ke hotel.

Malamnya, kami dinner bebas di mall yang ada di sebelah hotel. Menunya? dari nasi kari sampai ramen. Timmy menemukan nasi hainam roasted duck kesukaannya disini.

Besokannya, kami siap2 check out dari hotel Holiday Inn. Hari ini kami akan mengunjungi Victoria Peak, naik tram dan museum madam Tussauds. Kami juga makan siang di Jumbo Kingdom Resto setelah sebelumnya melihat2 giok dan coklat. Kunjungan ke toko jewelry & took coklat adalah kunjungan wajib dari tour. Jadi tidak boleh di skip, karena kalau di skip, konon harga tournya akan berbeda dari harga yang kami dapatkan kemarin. Sepertinya itu memang aturan dari pemerintah. Waktu tour ke Bangkok dulu juga, ada beberapa tempat wisata yang harus dikunjungi karena diwajibkan oleh pemerintah.

Oya, makanan di Jumbo Kingdom (resto terapung berbentuk kapal) sendiri rasanya so so. Tidak special tapi cukup tertelan berkat bantuan dari sambal belibis sachet yang saya bawa dari rumah 🙂

brothahut -Reagan, Daniel, Chef Michael, Ricky

brothahut -Reagan, Daniel, Chef Michael, Ricky

Disini anak-anak belajar kenal dan tau wajah dan rupa dari tokoh-tokoh yang selama ini mereka cuma tau namanya saja. Soekarno adalah salah seorang tokoh wajib yang anak-anak ketahui rupanya :)

Disini anak-anak belajar kenal dan tau wajah dan rupa dari tokoh-tokoh yang selama ini mereka cuma tau namanya saja. Soekarno adalah salah seorang tokoh wajib yang anak-anak ketahui rupanya 🙂

Selesai dari Jumbo resto, kami mengejar feri untuk lanjut ke Macao. Disini muncul beberapa persoalan yang tidak terbayangkan sebelumnya. Makanya, buat yang mau melakukan perjalanan yang sama (Hongkong ke Macau or Senzhen to Macau), apalagi untuk yang kemudian akan kembali lagi seperti kami (trip kami HK-Macau-Sz-HK), disarankan untuk :

  1. Membawa koper sedang / kabis size seperlunya. Membawa koper besar apalagi dalam jumlah banyak, sangat tidak disarankan. Kemarin kami agak kesuliatan dengan baggage handling.
  2. Sudah makan, namun jangan terlalu berlebih. Kalau ada potensi mabuk laut, sebaiknya minum obat pencegah  mabuk seperti antimo. Kemarin karena ombak sedang tinggi atau emang kondisi badan sedang tidak fit, 5 dari 16 orang anggota rombongan m*nt*h2 parah. Saya sampai membutuhkan 4 kantong mun-mun dan Timmy yang gag pernah2 munmun, ikutan keok juga kali itu. Mertua dan ipar yang sudah diprediksi mual, sudah minum antimo setelah makan. Jadi mereka tidak mun-mun karena tertidur.
  3. Pakailah alas kaki yang nyaman. sandal jepit atau sepatu teplek/sneakers sangat disarankan. Perjalanan menuju feri cukup jauh. Apalagi kalau pake acara dorong2 stroller dan koper gede.
  4. Siapkan passport dan dokumen pelengkap, tanpa cover passport lebih baik. Di Hk-Macau-Sz koq rasanya petugas imigrasinya galak-galak banget. Mana mereka gag sabaran dan asyik ngomong pake bahasa mereka seakan-akan kita ngerti mereka ngomong apa.
  5. Pastikan sehat, minum vitamin, minum air putih yang banyak. Mungkin karena sedang ramai isyu Mers, kemarin salah seorang keponakan saya sempat tertahan di imigrasi, karena suhu badannya naik ketika melewati temperature checker. Akhirnya dia sempat diperiksa air liur dll, untuk memastikan kondisinya tidak membahayakan sebelum masuk perbatasan Negara lain.

Sampai di Macau, kami disambut oleh tour leader yang lumayan nyentrik. Masih ai2 berusia 50an, tapi kali ini rambut dan gaya busananya keren. Katanya beliau orang Hk asli, yang merit dengan orang Bandung. Kami langsung dibawa ke Venetian Macau hotel, hotel paling dinantikan sepanjang tour kali ini.

Well, hotel Venetian memang tidak mengecewakan. Masuk di lobby, kami sudah disambut dengan udara sejuk dan pengharum ruangan. Kami check in dan langsung lompat2 begitu masuk kamar.  Kamarnya seluas 70 m2, dengan ruang tamu tersendiri. Ada meja kerja lengkap dengan printer, kamar mandinya yummy banget … 2 wastafel, 1 bath tub, 1 kloset dengan pintu terpisah, shower room dengan pintu kaca, ada meja rias lengkap dengan cermin, duhhh. … betah laah lama2 di kamar mandi juga 🙂

I love luxury bathroom! Who's not?!

I love luxury bathroom! Who’s not?!

bednya seukuran queen size bed. buat bobok ber-3 juga masih muat

bednya seukuran queen size bed. buat bobok ber-3 juga masih muat

Di Macau, kami cuma ikut tour kecil. Karena memang Macau tidak seluas negara2 bagian yang lainnya. Cuma ada reruntuhan gereja St. Paul, menyusuri lorong penuh jajanan golden egg dan dendeng manis. Makan siang dan kembali ke hotel yang kami semua suka.

blog_rame_macao

Sisa waktu di Macau dihabiskan pria2 untuk main Time Zone raksasa yang sungguh menguras uang dan tenaga :p Well, setelah dilihat2, main di casino itu beda2 tipis sama main di TimeZone. Jadi, para bapaks, kalau anak2 merengek main di Timezone, kira2 harap maklum lah yaaa 🙂  Sementara pria2 main timezone, anak2 dan sisa rombongan jalan2 ke mall yang ada di dalam Venetian Hotel. Disana lengkap banget tempat belanjanya. Dari baju, sepatu, jam, makanan, souvenir, hiburan, kumplit! Tinggal siapin isi kocek yang banyak ajaaaa 🙂 karena semuanya mihilll … hihihihi :p

Setelah menghabiskan 2 malam di Macau, kami packing lagi untuk pindah ke Senzhen. Karena sudah pengalaman mabuk laut sampai tepar di ferry babak I, saya kali ini minum antimo 🙂 Antisisapi namanya 🙂 Well, perjalanan dari Macau ke SZ tidak seburuk perjalanan sebelumnya. Ferrynya lebih kecil dan semua aman terkendali gag pake throw out.

Tiba di Sz, kami disambut oleh TL yang kurang ok banget. Seorang engko2 kurus, penampilannya agak lusuh dengan tas punggung dan bahasa yang juga kurang sedap didengar. Kami sengaja mengatur perjalanan keluarga, dengan maksud bisa jalan agak santai dan tidak diburu2 waktu. Si TL nampaknya kurang sabaran menghadapi tour yang isinya lumayan banyak anak2 dan ibu2 yang bawa anak ini. Mana hotel di Sz (walaupun sudah pake iming2 bintang 4), anjlok banget disbanding hotel sebelumnya. Hotelnya luamyan tua, kamarnya kecil. Untungnya (karena pake agent, jadi dihitung per kepala), saya dibookingkan kamar dengan extra bed di tengah.

Di Sz, tujuan utama adalah syopink. Walaupun begitu, tetap ada tour wajib yang kami datangi. Antara lain ke Window of the world & Splendid China yang akhirnya terpaksa kami pass. Di hari sebelumnya juga ada kunjungan wajib ke tempat giok dan Tian Gong Fang, pengobatan tradisional China. Karena cuaca super panas, menguras energy dan bikin pusing kepala. Kami cuma sempat menikmati sekali lewat, tour di Window of the world. Isinya kira2 mirip TMII, tapi versi dunia. Disana ada menara Eiffel, Pisa, Niagara, bahkan sampai pyramid mesir. Disini kami membayar lagi untuk train yang kami naiki untuk mengitari WOTW ini. Harganya 30 rmb untuk dewasa dan 15 untuk anak2 diatas 6 tahun.

2 malam kami habiskan di Sz, dan waktunya untuk kembali ke HK dengan first ferry. Kenapa first Ferry? karena setibanya di Hk, kami akan langsung ke Disneyland 🙂

Duo Icky, yang uncle mukanya polos, ponakannya malah mukanya ribet :p

Duo Icky, yang uncle mukanya polos, ponakannya malah mukanya ribet :p

Lagi2, perjalanan Ferry kali ini bersahabat. No antimo, no throw out 🙂 Uncle Ricky sibuk mengentertain Nicky & Miko, dua ponakan tercinta dengan lagu2 dari smartphone-nya. cks sibuk ngegulung rambut pake roll, biar cakep pas dipoto di Disneyland nanti. Yang lain sebagian sibuk bobok 🙂

Sampai di Hk, kami lunch di terminal ferry. Kali ini semua memilih nasi hainam with chicken and roasted pork. Kenyang makan, check in sebentar di Cosmopolitan Hotel, hotel terakhir dalam trip kami kali ini. Trus langsung cusss ke Disneyland. Review hotel Cosmopolitan : kamarnya bersih, hotelnya juga bersih, tapi agak kecil. Yang ok, di hotel ini kita dapet pinjeman wifi gratis, di tiap kamar. Ada shuttle bus juga ke beberapa tempat tertentu. Orang hotelnya ramah. Cuman size kamarnya aja yang emang kecil.

Ini kali ke 2 kami ke Disneyland. Tapi buat Tapi kebanyakan anggota rombongan yang lain, ini kali pertama. Gag berharap bisa menikmati seluruh wahana, karena luasnya park vs limited time yang kami miliki.

Disini kami hanya sempat menikmati Mickey show (shownya berbeda dari show yang sudah pernah kami tonton sebelumnya), Lion King Show (yang ini masih sama percis), Frozen Village (ini wahana baru, belum ada tahun lalu), dan naik perahu menyusuri sungai dan melihat2 buaya, gajah, dan orangutan boongan :p  Didalam frozen village, kami bertemu Elsa, Anna & Cristoff .. bohongan tapi dalam versi sangat mirip! Gag keren2 amat sih pertunjukannya. Bukan seperti 4Dnya Mickey show, cuma nyanyi2 diiringi dengan klip film Frozen yang cetar membahana gaungnya gag ilang2 sampe bertahun2. Setelah itu, ada salju2an yang dibuat dari busa sabun. Kelar show, ada tempat main es, seluncuran es dan foto bareng Olaf. Kirain cuman anak perempuan aja yang suka sama Frozen, ternyata keponakan saya si Miko, sangat sangat menikmati lagu2 dan pertunjukan Frozen. Lucu liat gaya dia yang hafal nyanyi bareng lagu2 sountrack film Frozen. Fireworks adalah penutup kunjungan kami di Disneyland kemarin. Semua capek dan siap kembali ke hotel 🙂

Besoknya, free time di Hk. Kami makan dimsum dan window shopping bareng. Gag dapet apa2 sih, karena susah banget jalan bareng 6 krucils yang masing2 beda-beda tingkahnya 🙂

Pretty Oma & her 6 grandchildren

Pretty Oma & her 6 grandchildren. Ini cucu laki2 oma dari anak laki2nya mamie. Cucu perempuannya juga dari anak perempuannya, So, the next cucu from 2 anak laki2nya hampir bisa dipastikan : laki2 🙂

Sempat berkunjung ke City Gate mall, beli kaos kaki giordano dan nemenin Tim makan sushi (plis deh tim, jauh2 nyarinya sushi) dan sebentar menclok di Ladies market dan berakhir dengan duduk di Mc D sambil jagain bocah2. Belum puas syopinknya … tapi dapet banget kebersamaannya. 9 hari 8 malam bareng2 dari pagi sampe malem sampe pagi lagi. Semua pada menagih next trip lagi. Pastinya dengan format lebih lengkap, arrangement yang lebih baik, dan for sure : gag mau lagi ngetrip pas musim panas!!

*Sedikit mengenai musim panas vs musim dingin. Tahun lalu kami ke Disneyland di akhir tahun. Waktu itu suhu berkisar antara 15-20 derajat. Nice banget. Jalan pagi2 sejuk. Siang gag keringetan banget, malem paling2 tinggal tambah jaket buat ogut yang sukanya anget2. Trip kali ini bener2 buang tenaga, karena keringat yang terus keluar sepanjang perjalanan. Belum lagi pusing karena panas matahari yang menerpa kepala. Dan silau yang juga bikin kesel. Sepertinya anak2 lebih suka kedinginan daripada kepanasan. Kalau kepanasan mereka bawaannya kesal dan marah2 minta pulang terus. Baju yang ogut bawa sampe kurang, karena harus ganti terus. Padahal biasanya ogut kalo pergi pasti bawa pulang baju bersih sisa, karena emang selalu bawa baju cadangan.

*Review buat SQ, well, buat makanan so so. Kids meal isinya kebanyakan pasta2an or mashed potato. Menu dewasa juga standard ketelen aja. So far buat makanan di pesawat, Cathay masih the best 🙂  (Belum pernah coba kids meals-nya Cathay sih). Buat entertainment, SQ masih lebih ok daripada GA. GA filmnya soso dan

Sedikit tips yang bisa dibagikan atas pengalaman trips kali ini :

  1. Setelah dilihat dan dirasa, sepertinya kami lebih nyaman jalan sendiri dibanding dengan tour. Waktu pergi sendiri ke Korea lalu, kami cukup enjoy dengan waktu. Tidak terburu2 dan bisa memutuskan perubahan last minute. Pergi dengan tour suka deg-deg-an sama Tour leader dan hotel pilihan mereka. Belum lagi waktu yang terbuang karena harus ikut tour wajib mereka. Well plusnya sih, kita punya bus yang bisa mengantar dan menjemput kita kemana2. Gag perlu capek geret2 koper naik bus/MRT. Ya kalaupun harus ikut tour, kami akan memastikan soal local Tour leader & meminimalis kunjungan tak penting.
  2. No more trip di musim panas 😥 Keringetan dan bête, capeknya 2x lipet loh kalo keringetan begini.
  3. Biarpun ke sesama Negara Asia, bawa bekal tuh emang wajib banget ya … kalo bekel wajib yang biasanya selalu dibawa cks : kemplang/kerupuk Palembang, biscuit, susu uht, cemilan keripik, pop mie, sambel, dan belakangan suka bawa rendang or kering tempe kacang juga 🙂 Daripada kelaperan tapi belenek liat makanan or gag sempet beli makanan karena gada waktu pas lagi laper, mending bawa makanan lebihan kan. Apalagi buat acara pergi2 yang bareng kiddos 🙂
  4. Selain makanan dan cemilan, cks juga suka bawa Tupperware dan perlengkapan makan seperti sumpit or sendok garpu. Well … minimal 1 pasang lah. Tissue kering, basah dan sedikit sabun cuci piring jg jangan lupa dibawa 🙂
  5. Selalu bawa extra kaos / baju, terutama kalau pergi bareng anak2. Kalo baju mommy kena muntah anak sampe basah, gag enak juga kalo gag diganti while perjalanan masih jauh kan?
  6. bawa plastic bening yang bisa dipakai buat bungkus makanan, sampe pipis anak boy, kalau kepepet gag ada toilet.
  7. Tips lain nanti ditambahkan kalau inget lagi yaaa 🙂

 

 

 

 

 

Advertisements

July 22, 2015 at 07:28 5 comments

Pekerjaan : karyawan – Hobby : travelling

Travelling merupakan hobby saya sejak kecil. Ingat jaman dulu, ketika kami sekeluarga sering pulang ke Palembang dengan bus atau mobil yang disupiri oleh ayah. Ketika itu, pesawat merupakan sebuah alat transportasi yang sangat lux. Didalam pemikiran saya, orang-orang yang sering berpergian dengan pesawat adalah orang-orang kaya. Saya tahu, orangtua saya tidak bisa dibilang berlebih dalam hal ekonomi. Bisa berwisata ke Palembang, Surabaya atau Malang dengan mobil atau bus saja, sudah senang rasanya.

Sampai ketika suatu hari saya bisa naik pesawat. Ketika itu saya dikirim menjadi utusan Indonesia untuk berlaga di Singapura dalam sebuah ajang kompetisi menyanyi. Rasanya itu juga kali pertama saya tahu, betapa nyaman dan menyenangkannya naik pesawat. Posisi favorit saya, disebelah jendela dan bisa melihat pemandangan diluar sejak take off sampai landing! Saya menyukai lukisan awan, semburat matahari kemerahan dan kerlip lampu-lampu di atas kota yang terlihat seperti mini lego dari atas.

Tak lama setelah itu, travelling dengan pesawat menjadi hobby baru saya. Saya menaruh tagline : ‘pekerjaan karyawan, hobby jalan-jalan’ – di smartphone & beberapa status sosial media saya. Saya juga menikmati rangkaian bepergian dengan pesawat, mulai dari check in, menunggu waktu boarding sambil melihat pesawat-pesawat parkir, dan naik ke pesawat itu sendiri. Sejak itu juga saya tahu, tidak perlu menjadi orang kaya untuk bisa travelling dengan pesawat.

Saya kemudian menjadi pemburu tiket promo Air Asia. Saling info dengan sahabat yang juga suka berjalan-jalan, kalau ada promo tiket murah Air Asia. Tahun 2009, saya dan 3 sahabat membuat trip liburan ke Bali, bersama dengan 20 orang anggota keluarga. Mulai dari anak teman saya yang baru berusia 1 tahun, sampai nenek saya yang 84 tahun. Trip keluarga itu menjadi sangat terjangkau, karena kami menggunakan Air Asia. Sayapun kemudian menjadi pecandu Air Asia. Bukan saja karena harganya yang bersahabat, tetapi juga karena kualitasnya yang bisa diandalkan. Pesawat lain yang harga tiketnya murah, mungkin menawarkan kursi yang sempit dan posisi duduk yang kurang nyaman. Air Asia mempunyai tempat duduk yang nyaman, lagi didukung dengan ketepatan jam terbangnya.

Selain pengguna, saya juga tidak ragu untuk merekomendasikan Air asia, termasuk ketika atasan saya -seorang expatriate- ingin mencari transportasi udara dengan harga yang bersahabat, untuk membawa rombongan keluarganya berwisata. Tanpa ragu, saya pilihkan Air Asia, dibanding satu maskapai penerbangan lain yang katanya harganya juga murah. Saya beritahu kelebihan AA dibanding maskapai yang menawarkan tiket murah lainnya. Saya ajarkan beliau cara membuat reservasi melalui http://www.airasia.com. Bukan sembarang rekomendasi, saya berani merekomendasi, karena saya sudah mengalami sendiri, bagaimana nyamannya terbang dengan Air Asia. Apalagi, Air Asia sudah memiliki standard internasional. Walau murah, tapi tidak kacangan apalagi murahan.

Kini, air asia selalu menjadi sahabat kami sekeluarga, ketika merencanakan perjalanan liburan ke dalam dan luar negri. Dengan rute tujuan liburan favorit dari Bali hingga Bangkok. Dari Hongkong hingga Jepang. Tinggal menabung lebih supaya bisa lebih sering berburu tiket liburan.

Kenyamanan bertambah ketika cara membeli tiket online semakin mudah dan user friendly. Lagi, ketika variasi pilihan menu untuk dipesawat semakin beragam. Lagi, ketika airport baru tempat check in air asia pindah ke terminal 3, yang jauh lebih nyaman daripada terminal sebelumnya.

Harga ok, reservasi mudah, promo menarik, mutu yang baik, kenyamanan selama penerbangan, dan para pilot berpengalaman yang hampir selalu mendaratkan pesawat dengan mulus, mendekati sempurna … apalagi yang bisa membuat saya memilih maskapai lain?

air asia

July 23, 2014 at 12:45 5 comments

Lunch Buffet at Asia Resto – Ritz Carlton Hotel

Sebagai salah seorang penyuka makan enak, saya sukaa sekali kalau mendapat undangan mencicipi makanan buffet style di hotel berbintang, dengan berbagai menu makanan yang bisa dipilih dengan menu andalan masing-masing hotel. Beberapa hotel yang sudah pernah saya cicipi menunya adalah Grand Mahakam dan Hotel Mulia. Keduanya mendapat nilai sangat baik, dengan variasi makanan yang sangat beragam, penyajian yang super, crew hotel yang bersahabat dan tentunya, harga yang lumayan tidak terlalu membuat jatuh miskin, untuk ukuran satu kali makan siang.

Kemarin, saya dan teman2 iseng memilih hotel yang akan kami datangi untuk makan siang, sepulang melaksanakan kewajiban sebagai warga negara yang baik, a.k.a ikutan election. Mumpung yang bekerja libur, yang biasa nganter anak sekolah juga libur, akhirnya kami berencana untuk makan bareng pasangan. Ada 3 hotel yang masuk ke list pilihan kami. The Cafe – Mulia, Sattoo – Shangrila dan Asia – Ritz Carlton. Menimbang, memilih dan memutuskan, karena pas ada promo kartu kredit 15% dengan BCA, akhirnya Asia menjadi pilihan kami. Jadilah kami ber-8 nmakan kesiangan disana.

Lunch mulai disajikan pukul 12.00-14.30. Kemarin kami tiba disana jam 13.30. Sedikit mepet dengan jam tutup, segera kami mengambil menu andalan masing-masing. Di menu pertama, saya sudah sedikit upset. Menu pertama yang biasanya saya sambangi adalah salmon sashimi. Kalau biasanya di hotel-hotel yang lain, salmon disajikan dalam keadaan terpotong, kita bisa mengambil sebanyak yang kita inginkan, kalau piring saji kosong, chef akan mengisinya kembali dengan potongan salmon sashimi segar terbaru. Nah, disini, kalau kita mau salmon sashimi segar yang sudah di potong-potong, kita harus menyodorkan piring kosong ke chef, yang kemudian akan mengisi piring kosong tersebut dengan 4 potong salmon kecil2. Welehhhhh!! Udah langsung bete dan gag mood dengan makanan pertama yang kesannya : ‘dijatahin’ itu 😦

Menu2 selanjutnya, ada dimsum yang cuma terisi 1 tempat sementara 2 tempat lainnya kosong. Ada mie bakso, yang mas-masnya nyambil motongin roasted lamb, dan tiap kali saya antri, baksonya abis lagi, abis lagi. Ada juga satai yang keras banget dagingnya. Menu yang lumayan bisa saya nikmati dengan damai adalah roti oles butter dan es lemon tea refill yang bolak-balik bisa diambil di counter beverages.

Overall, compare dengan harganya yang kurang lebih sama dengan dua hotel yang saya sebutkan diatas, kepuasan dan kualitas menu makanan yang disajikan sangat jauh dibawah buffet all you can eat di hotel GM & M. Hotel ternama yang terlihat wah dari namanya, ternyata bukan jaminan menu makanannya pasti must try!

Next time, kami mungkin akan mencoba Sattoo atau balik ke Mulia dan Grand Mahakam yang menunya sudah pasti memuaskan hati dan mulut 🙂 Walaupun harus merogoh kantong lebih dalam untuk bisa menikmati hidangan di the buffet hotel mulia, namun dijamin pasti happy dengan menu yang disajikan. Sementara di Grand Mahakam, selain hommy, lokasi yang kecil tidak membuat menu yang disajikan jadi sedikit. Sudah lebih dari 10x saya makan disana, dan belum pernah sekalipun saya berhasil mencicipi semua hidangan tanpa terkecuali, karena biasanya saya sudah langsung kekenyangan setelah hidangan ke-3 atau ke-4 🙂

Yang punya rekomen makan di hotel lainnya, sharing infonya disini yaaa 🙂

April 10, 2014 at 03:38 15 comments

Grand Royal Panghegar Bandung

Ke Bandung lagiiii!

Dan karena acara kumpul keluarga kali ini adanya di Hotel Grand Royal Panghegar, nginepnya juga sekalian di hotel ini. Sudah booking jauh2 hari, dengan advise dari reservasi staff yang kemarin melayani telepon saya, akhirnya pilihan jatuh pada Condotel, yang merupakan bangunan baru dari hotel ini.

Kesan pertama ketika pertama masuk ke hotel ini adalah : megah dan bagus. Ada resto MayStar, Alfamart dan beberapa toko kecil-kecil di lantai selevel dengan lobby receiptionist. Karena kemarin kami baru masuk hotel pukul 10 malam, dengan tubuh yang super lelah, saya langsung mengurus check in dan masuk ke kamar yang terletak di lantai 11.

Kesan pertama masuk ke kamar : luasnya lumayan, ada 2 twin bed yang didekatkan jadi 1. Ada small pantry yang lengkap dengan microwave dan penyedot asap *lupa namanya apa*. Ada sofa yang cukup nyaman untuk dijadikan ektra bed. Bahkan ada meja makan kecil dengan 4 kursi. Yang agak minus adalah, kamar mandi yang menurut saya sangat kecil, dengan bathtub dan kloset saja, tanpa wastafel dan cermin sama sekali. Mirip seperti 2nd bathroom gitu deh. Wastafel sendiri ada di luar kamar mandi, berseberangan dengan keran tempat mencuci piring.

Masalah mulai terjadi, ketika ac yang ada terasa kurang support. AC on dan off setiap beberapa waktu sekali, seperti dipasangi timer. Sampai kali ke-3 technician mencoba untuk memperbaiki ac tersebut, masalah belum bisa diatasi. Akhirnya, karena tidak tahan dengan suhu yang membuat kami berkeringat, jam 4 subuh, kami pindah ke kamar lain, yang ac-nya berfungsi, tentunya.

Appreciate dengan pihak hotel yang menyiapkan kamar pengganti untuk kami bisa pindah pagi-pagi buta itu, karena, selain kami sulit tidur karena kondisi kamar yang gerah, bolak-balik bangun karena tehnisi yang datang mondar-mandir, mana baru masuk hotel setelah perjalanan yang lumayan macet dan benar-benar butuh istirahat yang nyaman.

Yang mulai menyulut kejengkelan berikutnya adalah, ketika pihak hotel meminta kami untuk memindahkan semua barang ke kamar baru. Sementara, untuk pindah kamar saja, kami masih dalam posisi mata setengah terpejam, karena pindah ditengah waktu istirahat. Itu kan barang-barang yang sudah dibongkar dari koper, harus dikumpulkan satu persatu!! Lagian, alasan untuk memindahkan barang saat itu juga, apa ya?? Apa mungkin ada tamu lain yang mau check in subuh-subuh begitu???? Doooohhhh!!! Please dehhhhhh!!!

Appreciate juga dengan ijin dari pihak hotel untuk memberikan kami late check out hingga lumayan sore. Minimal jadi bisa tidur lebih lama, membalas tidur malam yang terganggu kemarin.

Kalau ada acara di Bandung lagi, rasanya saya prefer untuk menginap di hotel lain dibandingkan di hotel bintang 4 yang harganya juga tidak murah ini.

* Kolam renang : bagus dan cukup luas, bentuknya persegi, jadi bisa untuk swim bolak-balik instead of cuma berendam2 saja.
* breakfast : kurang ok, menunya lumayan variatif tapi rasanya hanya so so cenderung tidak enak.

September 17, 2013 at 07:13 2 comments

My 1st field trip to Offshore

Minggu lalu, saya mendapat kesempatan untuk ke offshore. Ini adalah field trip kedua cks, setelah tahun lalu saya diajak untuk trip ke onshore. Bedanya trip kali ini dengan trip tahun lalu : kalau yang ke Onshore, tentu saja setelah menempuh perjalanan Jkt-Jambi dengan pesawat, perjalanan lanjutan ke camp ditempuh dengan mobil beroda besar. Pesawatnya pesawat Garuda Indonesia. STD. Selain rute offroad yang mirip-mirip sama perjalanan naik kuda, pengalaman menginap di camp dan lain-lainnya kira-kira bisa ditebak, walaupun tetap seru, pastinya.

Kalau yang kali ini? Selain saya harus naik pesawat baling-baling kecil yang berangkat sebelum pukul 5 subuh, saya juga harus melanjutkan perjalanan dengan chopper daaaaaan, tinggal di tengah laut dengan bumi yang bergoyang-goyang, apalagi dengan kondisi ombak yang sedang tinggi-tingginya seperti sekarang ini.

Perjalanan dimulai pukul 2.30 pagi. Saya dijemput driver kantor, menuju bandara Halim Perdana Kusuma. Setelah check in, bagasi naik timbangan, orang juga naik timbangan untuk mengukur beban pesawat supaya tidak berlebih. Haahahaha, untuuung udah diet, malu kaan kalau harus menyebutkan berat badan yang berattt didepan crew airlines dan penumpang lain!!!

Next, karena ini pesawat charteran perusahaan kami, wajah-wajah penumpangnyapun familiar. Sebagian teman satu departemen, teman dari service company dan departemen lain. Karena ini trip ke offsore saya yang pertama, sambil menunggu waktu boarding, cks sibuk mereka-reka, seperti apa perjalanan dan keseruan disana nanti.

Waktunya naik pesawat, saya dan 30an penumpang lainnya duduk di pesawat baling-baling dengan kursi kiri dan kanan, masing-masing untuk 2 orang. Pesawatnya bukan seperti pesawat marinir/hercules, seperti yang saya bayangkan di awal. Pesawat biasa, dengan ukuran jauh lebih kecil. Di dalam, ada 2 pramugari yang mengenakan seragam dengan celana panjang. Diawali dengan cara take off yang agak berbeda, pesawat running lebih lama dan ketika take off terlihat lebih berat daripada penerbangan biasa. Kita juga bisa melihat daratan lebih lama, karena ketinggian yang ditempuh sepertinya tidak setinggi biasanya. Penerbangan ke Matak, ditempuh dalam waktu 2.5 jam. 1.5 jam pertama setelah peragaan alat keselamatan, penumpang dibiarkan istirahat. Maklum, diluar masih gelap 🙂 Satu jam terakhir digunakan para pramugari untuk membagikan makanan dan minuman, membiarkan penumpang sibuk dengan makanan mereka dan tak lama mengumpulkan bekas makanan. Tak lama dari itu, terdengar pengumuman bahwa sebentar lagi pesawat akan mendarat. Whoaaa! Landing sedikit membuat saya mual, lagi-lagi karena pesawat kecil berbaling-baling ini membuat penumpang benar-benar merasakan efek pergerakan pesawat. Thanks God, kami tiba di Matak sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.

cks and flight

Sampai disana, kami mengambil bagasi, lalu antri untuk ambil boarding pass berbentuk selempeng plastik agak tebal berbentuk persegi panjang. Setelah itu, menunggu sekitar 2 jam sebelum akhirnya bisa duduk manis di helikopter. Oya, sebelum naik ke helikopter, para penumpang terlebih dahulu dikumpulkan di satu ruangan untuk mengikuti safety briefing. Disana diajarkan bagaimana cara menggunakan perlengkapan keselamatan yang benar. Apa saja perlengkapan keselamatan yang ada di dalam chopper dan cara menggunakannya, samapai pada bagaimana cara keluar dari chopper dalam keadaan darurat.

Chopper dalam bayangan cks, adalah chopper berisi 5-6 orang, tidak berpintu, seperti yang sering saya lihat dalam fil The A-Team dulu. Ternyata, chopper yang kami naiki, berkapasitas 12 penumpang + 2 pilot. Kursi penumpang bersusun 3 baris, dengan isi 4 orang per deretnya. Didalam, selain harus mengenakan sabuk pengaman yang berbeda dari sabuk pengaman di mobil, kami juga harus mengenakan earprotector, supaya telinga tidak terganggu dengan suara keras dari chopper.
Chopper2

30 menit kemudian, setelah melintasi lautan luas, takjub sambil terpesona melihat pemandangan di bawah sana, chopper mendarat di platform tujuan. Wow, here we are! Mendarat di helipad, kami disambut beberapa orang crew yang membantu menurunkan penumpang dan barang-barang. My trip just started!!

Disana, layaknya ada di kapal, bumi terasa sedikit bergoyang. Kurang istirahat dari semalam sebelumnya, ditambah kondisi tubuh yang lelah setelah perjalanan kurang lebih 3 jam, membuat cks sedikit mual. Yep, saya seasick dan ingin buru-buru pulang setibanya disana!

Sebelum masuk ke kamar, kami diberikan safety briefing kembali. Apa-apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, dimana tempat berkumpul dalam keadaan darurat, serta berbagai contoh alarm dan artinya. Saya berada di lokasi pekerjaan yang menuntut standard awas diri yang tinggi, karena salah bertindak bisa membuat saya mencederai diri saya sendiri atau bahkan membahayakan nyawa orang lain.

Kapal yang saya diami terdiri atas beberapa level. Turun dan naik ke tiap levelnya dilalui dengan tangga. Ada ruang kerja, kamar tidur, ruang makan, ruang olahraga, ruang rekreasi, dan tentu saja diluar ruangan, sejauh mata memandang lautan luas membentang. Cool!!

Hidup di tengah lautan luas, membuat teman-teman yang bertugas disini menjadi sangat disiplin. Mereka mulai bekerja sejak pukul 6 pagi. Ada waktu breakfast, snack time, lunch, snack time, dinner dan supper untuk mereka yang bertugas malam hari. Di ruangan makan, layaknya resto yang beroperasi hampir seharian, kita bisa menemukan berbagai pilihan makanan yang disiapkan khusus oleh chef dan teman-teman dari catering. Ada menu lokal, ada juga menu western. Ada televisi besar, yang menemani teman-teman yang beristirahat sambil makan.

Makan teratur, setelah makan, masing-masing orang mengangkat piring makan masing-masing. Membersihkan sampah makanan. Ada tempat khusus untuk makanan sisa dan kertas/tissue. Setelah piring kosong, baru kemudian diserahkan kembali ke petugas katering untuk dicuci. Oya, selain makanan utama, ada buah, kue2, es krim sampai juice buah dan susu segar yang disediakan setiap hari. Gag pusing keluar uang untuk jajan, bisa makan sampai kenyang sepuasnya disini. Benar-benar perbaikan gizi!! Hahahhahaa

Setelah sedikit mengisi perut, saya dan 3 teman dari Jakarta lainnya, masuk ke kamar untuk beristirahat. Karena hanya 2 orang wanita yang ada di trip ini, kami mendapat 1 kamar untuk berdua. Kamar lain diisi 4-6 orang/kamarnya. Di kamar, ada ranjang susun, meja kerja, telepon dan kamar mandi.

3 hari merasakan pengalaman bersama teman-teman di Belanak FPSO, senang dan watta great experience for me. Saya berkesempatan melihat-lihat lokasi tempat minyak dan gas diproduksi. Jadi tau rasanya, berada jauh dari keluarga, hanya ada teman sekerja yang kita temui pagi-siang-malam. Selain melihat laut, hiburan selama disana cuma televisi & makanan 🙂 hahahahhaa

Setelah ingin segera pulang di hari pertama, di hari ketiga, ketika waktunya pulang, saya malah merasa sayang harus mengakhiri trip ini. Thanks God for the great experience!! Terimakasih teman-teman di Belanak, yang sudah sangat membantu selama kami ada disana 😉 See you soon!! hahahahha
fly in Helipad

3_

cks

January 15, 2013 at 05:19 6 comments

Ibis Trans Studio Hotel

Tahun baru kemarin, saya berkesempatan menginap di salah satu hotel yang bersambungan langsung dengan mall di Bandung. Hotel yang mempunyai banyak cabang, hampir di setiap kota ini, kebetulan termasuk hotel baru di kota kembang ini. Bagusnya nginep di hotel baru, well, semua-semuanya masih baruuu tentu saja.

Pertama kali masuk ke lobby hotel untuk check in, kesan pertama saya : watta crowded lobby. Ya, mungkin karena event akhir tahun, hotel jadi sangat penuh dengan orang-orang dari luar kota, termasuk Jakarta tentu saja. Pelayanan dari staff hotel cukup baik, bahasa inggris mereka juga bisa diacungi jempol. Kebanyakan tanggap dan cekatan. Tidak semua hotel memiliki petugas di depan seperti yang saya sebutkan diatas.

Selesai check in proses, kami naik lift yang hanya bisa dioperasikan dengan kunci kamar, dan hanya bisa mengakses lantai sesuai dengan kunci kamar. For secure reason, kata petugasnya, waktu saya tanyakan alasannya. Karena hotel Ibis cenderung identik dengan ukuran kamar yang kecil, maka saya sudah menyiapkan diri untuk melihat ukuran kamar 4L, ketika tahu akan tinggal di hotel ini. Tapi, kesan pertama ketika saya membuka pintu kamar, ukuran kamarnya tidak bisa dibilang terlalu mini juga. Masih ada sofa kecil dan meja tempat menaruh laptop dan perkakas lainnya. Masih ada space tempat menaruh koper. Lemari gantungan pakaian, televisi layar datar dan lemari pendingin kecil, lengkap.

Mungkin yang bisa dibilang agak mini adalah kamar mandinya. Kamar mandi yang terletak agak menyudut, mungkin di buat dengan sisa space yang ada. Ada wastafel dan kaca penyekat untuk pembatas supaya ketika mandi, air shower tidak mengenai area kloset. Tapi karena tempatnya kecil dan karet penutup pintu kurang rapat, setiap mandi, pasti seluruh area kamar mandi jadi becek, karena air keluar dari sudut shower ke arah luar. Kamar mandi yang kecil ini juga membuat pintu hanya mungkin dibuka ke luar, tidak ke arah sebaliknya.

Setelah kamar dan isinya, kamar mandi dan perlengkapannya, yang penting lagi dibahas dalam sebuah hotel adalah : makanannya 🙂 Area makan yang cukup luas, bisa menampung hingga lebih dari 100 orang. Makanan Indonesia, roti-roti manis, susu, cereal, egg station – yang selalu jadi tempat favorite Tim Nick. Komen lidah cks tentang makanannya, hmm, not too bad. Roti gandum yang mirip roti coklatnya, lembut dan yummi! Apalagi kalau dimakan dengan butter dan selai stoberi andalan cks. Bubur ayamnya kurang cocok dengan selera saya. While, tempat buah-buahannya, agak kurang. Buah2 potong bercampur jadi satu, sebagian agak bonyok, karena di taruh di piring besar yang agak cekung. Makanan prasmanan bukan merupakan pilihan favorit saya ketika breakfast, jadilah saya tidak bisa berkomentar banyak, selain so so. Coffee & tea station dengan mesin otomatis yang bisa dioperasikan sendiri dengan mudah. Hot black coffee dengan roti gandum selai stoberi, Yuummmm!!!

Setelah mandi dan bersiap-siap, tamu hotel bisa langsung ngemall karena hotel Ibis Trans studio Bandung berbatasan langsung dengan Bandung Super Mall yang isinya sangat modern, kira2 mirip dengan Plaza Senayan kalau di Jakarta. Buat yang tidak punya agenda keliling Bandung, adanya mall yang *meminjam istilah Nattever* selemparan kolor saja, pastinya sangat menguntungkan. *apalagi buat anak mall seperti cks!!*

Untuk yang ingin main ke Trans Studio, hotel ini juga merupakan pilihan yang cukup baik, pastinya. Karena Trans studio terletak di Mall BSM. Mobil bisa diparkir di mall, tidak terlalu jauh kan?

Maaf sekali, kemarin saya baru ingat untuk mengambil foto ketika kamar sudah dalam keadaan ditempati. Jadilah, foto kamar kurang layak tampil disini 🙂 Kalau masih penasaran dengan penampakan kamarnya, silakan langsung browsing sendiri yaaa 😉

Overall, dengan harga 600-an (harga bisa naik dan turun, tergantung season), hotel ini cukup recommend untuk pribadi ataupun keluarga 🙂

January 15, 2013 at 00:49 1 comment

Weekend Gateway with Femina & Sariwangi – part 2

Hoho, iseng bener yaak, cerita diputus pas lagi seru-serunya?!

Balik ke acara dinner romantic yang udah disiapkan special sama team Femina. Setiba di tempat dinner, kami disambut oleh teman-teman dari Femina, termasuk mbak cantik pemimpin redaksi Femina, Mba Petty S. Fatimah. Wow, surprise banget, karena selain bakal ditemenin sama psikolog ternama, Roslina Ferauli, ternyata pimpinan majalah Femina juga datang menemani kami dinner malam itu.

Setelah semua pasangan duduk manis di meja, mas Ferly membuka acara dengan mengundang mba Petty untuk memberikan speech. Ternyata acara weekend gateway di Bali tersebut adalah acara pembuka dalam rangkaian Ulang tahun Femina yang ke 40. Bravo buat Femina!!

Setelah mba Petty speech, acara dinner dimulai. Makanan appetizer, main course, dan dessert dari Hotel Pullman dihidangkan. Bentuknya keren2, di tata ala hidangan set menu hotel pada umumnya. Ada sup, meat, semuanya uenaaakkk!! Kali ini gag sempet nulis nama menunya, karena semua namanya susah buat diingat, hahahahhaa ….

Kelar dinner, kenyang dan mulai merapat kedinginan karena angin malam. Maklum, acaranya outdoor, dan di lantai atas pulak.

Tidak membiarkan pasangan yang sudah dandan cantik dan ganteng menunggu berlama2, acara dimulai dengan memperkenalkan ke 10 pasangan pemenang kuiz dan diakhiri dengan memanggil Widi B3 & Dwi Sasongko untuk perkenalan, sekaligus sharing tentang pasangan masing2. Dwi yang terlihat cuek, ternyata adalah org yang melankolis alias mellow. Sebaliknya, Widi malahan termasuk type istri yang sedikit cuek. Disini kami mulai share satu sama lain. Terlihat bahwa ternyata permasalahan tiap pasangan, walaupun dengan berbeda latar belakang, adalah sama. Yang perempuan sering merasa kalau pasangan bisa menebak apa kemauan dan isi hati mereka, while si suami malahan biasanya bingung dan tidak mengerti akan kehendak pasangannya yang tidak dikomunikasikan lewat kata2.

Mba Vera mengajarkan, untuk tidak menebak dan menyampaikan apa kemauan kita terhadap pasangan lewat perasaan atau keinginan saja, tetapi harus dikomunikasikan dengan sebutan “I message” … Kalau ada hal yang mengganjal, harus segera disampaikan ke pasangan, dan bukan hanya dipendam rapat2 untuk kemudian menjadi bom waktu.

Babak mulai terasa lebih seru lagi, ketika masing2 pasangan maju dan diminta untuk membacakan surat cinta yang sudah ditulis oleh pasangannya.  Terlihat disitu, mana suami yang romantis, mana istri yang manja dan semua curahan isi hati yang bisa menjadi bahan tertawaan bersama sekaligus membuat mata basah karena haru.

Daniel yang tidak pernah memanggil cks dengan sebutan ‘Olla’ malam itu tiba2 menulis surat cinta dengan kata pembuka : “Dear Olla” … Haizzz, cks sampe bingung, itu panggilan kenapa bisa muncul tiba2 yaaa??!! Wkakakakakkakakak …

Malam itu kami tertawa bersama, menangis bersama, dan merasakan betul kebersamaan satu dengan yang lainnya. Setelah seharian bersama dalam 1 pesawat, 1 bus, melihat ceramic  mini factory, lunch bareng, dan malam itu kami seperti menjadi keluarga besar yang duduk bersama berbagi cerita. Acara yang dijadwalkan selesai pukul 10, malam itu selesai hampir satu jam setelahnya. Di akhir acara, kami berdansa bersama, berpelukan dengan pasangan masing-masing dengan diiringi malam dan lagu romantis dari live music.

Sekali lagi, bravo untuk team Femina yang sudah membuat acara yang sangat berkesan tersebut.

Setelah masuk kamar, setelah mandi dan berganti pakaian, saya sempatkan untuk membongkar goodie bag yang sudah disiapkan oleh Femina. Goodie bagnya beraaat, isinya banyaaak sekali. Mulai dari kimono & sandal batik, mug sariwangi, shampoo & bath gel dari Oriflame, buku tentang ‘Mari Bicara’ dari Sariwangi, bath towel Femina, dan majalah Femina edisi HUT yang memang ingin saya beli namun belum sempat2. Thanks Femina!!!

Malam itu, rasanya semua pasangan tidur berpelukan sambil mengenang acara romantis yang sudah kembali mendekatkan mereka, ditengah kesibukan pekerjaan, anak dan urusan lainnya. Kalau diingat2, rasanya ini dinner romantis pertama kami loh! *Ampuuun deh, gag romantis bener yaaak?!!* Untung ada Femina 😀 jadi bisa ngerasain dinner romantis deh …

Good nite ….

October 15, 2012 at 11:01 2 comments

Older Posts


Luvly7 ….

Cewek Keren Sedunia is her middle name ... Love travelling ,make friends, watch movie and sleep! Really wanna be slim without stop eating :) Be a famous TV presenter & MC is one of her biggest dream, and hopefully she still can reach it !!! You go girl !!

Oldies

Visitors

  • 493,697 clicks

RSS Blogger’s update

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Recent Posts