Posts filed under ‘Uncategorized’

Mengajukan Visa Amerika ala CKS

Setelah wara-wiri ngetrip ke beberapa tempat, kali ini saya berkesempatan mengunjungi negara yang dari kecil ingin saya datangi. Yep, dari kecil cks udah pengen banget berkunjung ke negaranya uncle Sam. Thank God,  akhirnya cks punya kesempatan buat mewujudkan impiannya.

Untuk tujuan tersebut, membuat visa adalah langkah utama yang harus dilakukan. Denger-denger, bikin visa Amerika ini bener2 bergantung sama nasib. Untung-untungan. Gag bisa ketebak, bahkan katanya ada yang passportnya udah penuh dengan cap dari berbagai negara aja, pengajuan visanya masih bisa ditolak. Mana denger juga, dari temen yang ngajuin 1 minggu duluan sebelum jadwal saya, waktu itu didepannya ada mahasiswa yang mau ikutan contest music, udah pake registrasi, bayar ribuan dollar dan nunjukin tanda pendaftarannya, masih ditolak tuh visanya.

Denger2 lagi, konon kalau mau kesana, harus bisa nunjukin rekening tabungan dengan jumlah minimal seratus. Bukan seratus ribu pastinya, hihihihi. Kebanyakan denger bikin budeg dan tambah jiper.

Tapi trus ketika sebelum melangkah saya melakukan riset dengan browsing kiri kanan, baca sini sana, dan mendapatkan informasi langsung dari website kedutaan Amerika yang super lengkap, bahkan dilengkapi dengan bahasa Indonesia dan video petunjuk cara pengajuan visa yang super lengkap, saya trus jadi optimis. Ya sudahlah yaa, namanya juga usaha. Kalo ditolak berarti belom rejeki. Apalagi cks percaya banget sama backingan dari ‘Bokap’ yang gag pernah gag meluluskan permintaan anaknya, asal mintanya yang bener. Jadilah langkah pertama yang cks lakukan adalah :

  1. Membuat pas foto. Sebelum bikin visa, saya sudah tanya2 dan browsing2 ke beberapa sources, dan pass foto 5×5 dengan background putih is a must. Karena kebetulan emang gag punya pass foto terbaru, jadilah saya foto di Star Studio Kelapa Gading. Bilang aja, buat visa Amerika. Dengan 50 ribu rupiah, saya udah dapet 4 cetakan pass foto ukuran 5×5 dan negatif untuk cetak ulang, dalam bentuk cd.
  2. Mengisi aplikasi visa DS-160 secara online. Website-nya disini http://indonesian.jakarta.usembassy.gov/id/visas/form-visas.html Form-nya disini: https://ceac.state.gov/genniv/                                                                                                 DS-160 harus diisi dengan telaten dan super hati-hati supaya tidak salah dalam melakukan pengisian dan mengakibatkan penolakan visa. Sesuaikan kode jenis yang diisi dengan visa yang ingin diperoleh. Karena memang tujuan saya kali ini untuk berlibur, maka saya sendiri mencantumkan kode visa B2  yaitu visa tourism.  Mengisi formulir D160 (dan membaca buka2 referensi dari berbagai blog dan website) kira2 membutuhkan waktu sekitar 1 jam-2 jam. Saya sendiri kemarin mencicil pengisian sampai 2-3 hari sendiri. Jangan khawatir, pengisian ini bisa disimpan dalam bentuk online. Jadi kalau ngantuk atau informasi belum lengkap, tinggal klik tombol save dan nanti kita bisa kembali lagi di batas pengisian kita. Tidak perlu mengulang dari awal lagi, kalau kita melakukan penyimpanan dengan benar. Di akhir formulir, kita akan diminta untuk meng-upload sebuah pass foto berukuran 5cm x 5cm.
  3. Langkah selanjutnya adalah melakukan pembayaran visa sebesar 160 dollar Amerika. Kemarin dengan kurs 13,500 total  yang saya bayarkan untuk visa adalah Rp. 2.160.000.  Pembayaran  (sesuai informasi dari website) bisa dilakukan di Bank Permata atau Standard Chartered Bank.  Informasi lengkap bisa dilihat disini http://www.ustraveldocs.com/id/id-niv-visapay.asp Kebetulan di dekat kantor saya, kedua bank tersebut ada. Saya melakukan pembayaran di Bank Permata. Sebelum berangkat ke bank, jangan lupa untuk mencetak slip deposit (WAJIB) yang didapatkan dari http://www.ustraveldocs.com/id/pmisdepositslip.htm?amount=160&country=indonesia. Sebaiknya membawa uang tunai dan pas. Karena saya tidak membawa uang rupiah (saya malah bawanya USD, bukan sok-sok-an, tapi emang kebetulan belum sempat menukar ke money changer), jadilah saya kemarin terpaksa tarik tunai dari atm bersama, karena di bank Permata tersebut tidak menerima penukaran USD untuk bukan nasabah (well, menurut saya, agak aneh untuk ukuran sebuah bank besar). Eniwei … urusan bayar visa done. Jangan lupa untuk menyimpan tanda bukti pembayaran, karena ini adalah salah satu dokumen PENTING yang akan dibutuhkan untuk melakukan penjadwalan wawancara.
  4. Beres urusan bayar2an, saya langsung lanjut ke pemilihan jadwal wawancara. Lanjut memilih jadwal wawancara secara online. Karena memang jarak antara waktu mengajukan visa dan rencana keberangkatan saya masih agak jauh, saya agak santai dalam mengisi formulir dan jadwal wawancara. Saya memilih jadwal wawancara di hari Senin pagi, biar semua masih fresh dan membuat saya menunggu hari Senin yang biasanya tidak dinantikan. Appointment confirmation
  5. Sesuai saran dari seorang teman, saya naik taxi supaya tidak repot mencari parkir. Berangkat dari rumah sekitar jam 6 pagi. Tiba di kedutaan Amerika sekitar 30 menit setelahnya. Saya sempat GR karena mengira sayalah orang pertama yang mau antri, karena di depan kedutaan masih kosong melompong, kecuali penjaga dan beberapa employee yang mulai berdatangan. Ternyataaa oh ternyata, ada sebuah barisan lumayan panjang. Kira2 berisi 30 orang, di samping kanan bangunan kedutaan, persisnya di bawah terowongan rel kereta. Disitu saya mulai berdiri dan menanti2 sambil memandangi satu persatu wajah2 pengantri visa di depan dan belakang saya. Kira-kira 30 menit setelah berdiri, saya mengikuti barisan orang didepan saya, maju ke depan gedung kedutaan. Disana barisan dibuat berdua-dua. Tidak lama setelah itu, seorang security perempuan, meminta kami menyiapkan passport, formulir D160 yang sudah di cetak, dan tanda konfirmasi wawancara. Disiu juga kami diminta untuk mengumpulkan cellphone, kabel/charger, mmc, usb, kunci dan bahkan parfume. Barang2 tersebut dilletakkan di tray plastik yang dibagikan, dan dititipkan ke petugas security ketika kita masuk kedalam kedutaan.
  6. Setelah melewati mesin screening dan diberikan tanda pengenal tamu, beberapa orang petugas meminta kami menyerahkan pass foto, form D160 yang sudah di cetak, konfirmasi jadwal wawancara dan passport. Pass foto kemudian akan di straples di form D160 kita, dirapikan bersama dengan passport dan kemudian diserahkan kembali. Sambil menunggu, sekalian saya list dokumen2 yang kemarin saya bawa di dalam plastik folder saya. Cukup banyak, bahkan bisa dibilang, lengkap sekali. They are : Passport asli & copy, KTP asli & copy, Birth certificate asli, Slip gaji, copy ID employee, surat keterangan kerja, surat undangan dari teman saya di state, print out ticket dummy (ya, saya belum issued tiket, tapi sudah membuat reservasi dan mencetak reservasi tersebut), rekening koran 3 bulan dari 2 bank berbeda, KK asli, Marriage certificate asli. Dan semuanya tidak diminta alias dilihat bahkan dilirik sama sekali saudara-saudara! Setelah ambil nomor panggil di mesin pencetak, saya menunggu nama saya dipanggil. Loket terdepan ada 4-6 loket (saya lupa persisnya) dan disini kita diminta memperlihatkan passport lengkap D160 form & pass photo yang sudah di straples bersamanya. Kita akan ditanya oleh petugas (orang local), apa tujuan kita mengajukan visa Amerika. Saya dengan mantap menjawab : visiting friend. Trus mereka memberi saya kartu dengan nomor group 14. Setelah itu, proses berikutnya kembali  menunggu, sampai nomor group kita dipanggil untuk masuk ke loket antrian wawancara berikutnya. Di loket dalam, setelah dipanggil, proses berikutnya yang dilakukan adalah finger print. Kita akan diminta untuk meletakkan nomor antrian group berbentuk kartu agak besar dan tebal di sebuat nampan. Trus kita dipanggil untuk finger prints. Sebelum meletakkan jari tangan kiri dan kanan di mesin sidik jari elektronik, seorang bule akan mengkonfirmasi nama kita. Setelah sidik jari, kita diminta duduk menunggu sampai nomor antrian group kita dipanggil kembali untuk antri di final interview. This is it! Kalau sebelumnya saya membayangkan kalau interview akan dilakukan di sebuah ruangan tertutup, ternyata saya salah. Interview dilakukan seperti di loket2 sebelumnya. Kita berbaris rapi, petugas yang menginterview akan berada di loket dengan batas kaca, orang di belakang atau samping kita, bisa ikut mendengar ketika kita di interview. Kemarin, saya berbaris di loket paling kanan, dengan interviewer seorang bule tinggi berwajah ramah. Yang ditanya pertama, siapa nama Anda. Kemudian menyusul pertanyaan2 yang cukup banyak, diantaranya :
  • Mau apa ke Amerika? Mau ke mana? Tinggal dimana? (karena kebetulan saya akan tinggal di rumah teman saya),  pertanyaan berikutnya adalah :
  • Siapa nama teman anda? Bagaimana anda mengenal teman anda? Sudah berapa lama berteman? Then :
  • Apakah anda bekerja? Dimana? Bagian apa? Sudah berapa lama? dibagian apa?
  • Apakah sudah menikah? Anak berapa? Usia berapa? Apakah anda akan travelling bersama keluarga (dan ketika saya menjawab sendiri, pertanyaan berikutnya adalah :  … )
  • Siapa yang akan membiayai perjalanan anda? Anda sudah pernah pergi kemana saja? (saya sebutkan beberapa negara yang kira2 ada di dalam passport saya)

Well pertanyaannya cukup banyak dan semuanya dalam bahasa Inggris. Entah karena muka saya kurang meyakinkan, atau karena om bule senang ngobrol sama saya (loh?!) Setelah itu, hening sejenak, dia terlihat sedang mengetik sambil melihat ke layar komputer disamping. Dan saya dalam hati harap-harap cemasss. Tidak berapa lama kemudian, dia memberikan sebuah kertas putih, bertuliskan : congratulation! Saya say thanks dan menuju dispenser, langsung gleg 2 gelas air putih dingin (makluuum, dari tadi mau minum takut kebelet pipis pas dipanggil :p )  US visa approval_Page_1

Legaaaa … saya bisa berjalan pulang dengan kepala tegak (dapet visa aja bangga :p ). Didepan, begitu keluar pagar kedutaan, saya melihat antrian panjang kloter berikutnya. Itu kira2 sudah jam 9 lewat. Wiih … I made the right choice, dateng super pagi dan memilih jadwal wawancara pertama. Antrian panjang di luar, siang2, panasssss booow!

Dan saya langsung lapor ke Bokap, say thanks buat approvalnya. Saya foto lembar persetujuan, dan mengirimkannya ke sahabat saya di Amerika, dengan caption : I’ll be visiting your house soon! Can’t wait for my US trip!!

Beberapa tips untuk teman2 yang juga ingin mengajukan visa :

  1. Untuk yang membawa anak balita atau bayi dan penyandang cacat/disabilitas/duduk di kursi roda karena usia, biasanya diberikan barisan paling depan.
  2. Kalau ada passport lama, sebaiknya dibawa. Kemarin saya ditanya, tapi saya jawab, passport lama saya tidak dikembalikan oleh imigrasi ketika passport baru saya keluar.
  3. Bawalah dokumen pendamping selengkap mungkin. Tidak ditanya atau diminta, tidak apa2, karena dalam beberapa kasus, dokumen pendamping ada yang diminta/ditanya. Lebih baik prepare daripada dokumen kurang dan menghambat proses disetujuinya visa.
  4. Jawab pertanyaan dengan jelas dan jangan berbelit2, terbata2, gelagepan, terlihat berpikir or even creating story. Mereka bisa membaca muka kita, mana yang muka boong, mana yang muka lempeng. Kalau kira2 harus create story pun, carilah cerita yang meyakinkan dan jangan berubah2.
  5. Bawa buku bacaan or novel boleh banget, buat killing time. Secara saya biasa mengandalkan film korea or instagram, yang mana HP or gadget or semua perangkat elektronik sudah disita dari awal antrian. Jadilah cuma bisa ngeliatin orang2 yang disana, sembari nonton tv.
  6. Jangan khawatir kelaparan. Di dalam ada counter yang menjual snack/sarapan/minuman. Minimal ada roti/sandwich gitu. Di loket terakhir di gedung belakang tempat wawancara malah ada dispenser dan gelas plastik
  7. Untuk anak2 berusia sekolah dan lansia berusia super lanjut (silakan cari infonya di website yaaa) pengurusan visa bisa diwakilkan orangtuanya. Kemarin ada sepasang suami istri yang membawa 2 passport anaknya yang sedang bersekolah. Ketika visa mereka disetujui, otomatis, anak2 juga.
  8. Print-an tiket pesawat tidak mutlak di butuhkan. Kemarin saya bertanya kepada seorang yang ingin ikut tour ke Amerika. Beliau baru akan mengurus tiket dll ketika visa sudah disetujui. toh visanya disetujui. Dengan kata lain, tidak perlu punya tiket dulu baru maju.
  9. Keterangan lengkap bisa didapatkan disini : http://indonesian.jakarta.usembassy.gov/id/visas/mengajukan_visa.html
  10. Good luck!!
Advertisements

July 22, 2015 at 04:13 4 comments

Korea trip, Day 2 & Day 3

Hari kedua, plan awal adalah go skiing to Jisan Ski resort. Pemilihan Jisan instead of Yongpyong Ski adalah karena jarak yang lebih dekat. Maklum, rombongan kami sekarang bertambah menjadi 4 adults dan 4 kids, dengan usia 2-5-8-10. Karena kesalahan teknis yang tidak disengaja, perjalanan kami ke Ski resort tertunda menjadi perjalanan di day-3.

Korea day 2

Hari ke-2 kami isi dengan jalan-jalan memutari Korea, makan ayam berbumbu dengan melted cheese di Myongdong, dan diakhiri dengan kunjungan ke Lotte duty free yang nyaris tutup setelah sebelumnya feed the kids di Mc. Donald.

Lunch

Lunch

Hari ketiga, kami melaksanakan plan skiing yang sempat tertunda.

Well, sebetulnya, Jisan Ski Resort menyediakan shuttle penjemputan. Kita hanya perlu registrasi dan mencari info, dimana titik penjemputan terdekat mereka. Karena keterbatasan waktu, kami tidak mendaftar shuttle, dan akhirnya pergi sendiri ke Jisan.

Dari hotel kami naik MRT ke Gangbyeon station. Dari station tersebut keluar di exit-4 dan kami naik bus dari Dong Seoul bus terminal. Perjalanan dilanjutkan dengan bus ke Icheon, selama kurang lebih 1,5 jam. Bisa bobok lah di bus. Bus stop di perhentian terakhir dan dari terminal tersebut, perjalanan ke Jisan dilanjutkan dengan bus nomor 12. Jangan lupa, setiap naik bus di Korea, make sure untuk selalu menyebutkan tempat perhentian kita ke ajjushi yang bawa bus. Setiap perhentian, rata2 ada notification dari voice recorder, tapi kadang kurang jelas terdengar. Jadi, biar aman, mending pesan ke driver kita mau turun dimana.

Di Jisan, kita bisa menyewa perlengkapan ski, pakaian ski, lengkap dengan pelindung mata, sarung tangan, dll dengan harga satuan. Harga sewa celana anti air kira-kira 9,000 won. Tongkat ski dan sepatu akan dipinjamkan ketika kita menyewa jam main. Dengan kondisi jam siang, (kurang lebih jam 12.30 – 17.00) tarifnya 19,000 won. Ukuran sepatu dan tongkat ski akan disesuaikan dengan ukuran kaki dan berat dan tinggi badan. Kalau kira2 kita sudah mengenakan pakaian dingin yang anti basah, kita tidak perlu menyewa baju atau celana lagi. Yang agak mahal adalah harga lift-nya. Perday harga sewanya 55,000 won/orang. Untuk harga sekali jalan, cukup membayar 11,000 won. Kalau kira2 new alias beginner, mending ambil yang sekali jalan, alias jangan kepedean ambil paket yang seharian. Bagi pemula, sekali turun dari lift saja sudah bisa membuat badan lebam2 karena benturan pas jatuh. Lapangan ski akan disesuaikan dengan tingkat kemampuan. Yang tengah, cukup terjal dan ski-ersnya udah jalan zig-zag adalah untuk advance. Sementara untuk pemula, masih landai2 dan datar2 saja.

Korean_ski resort

Kemarin, saya sendiri sudah cukup puas dengan foto-foto berlatar belakang Ski Resort. Anak-anak seru bermain luncur-luncuran diatas es. Dua teman saya mencoba bermain ski. Saya yang kurang suka basah-basahan dan resiko benturan dan memilih untuk babysit sambil lunch bareng anak-anak ke tempat yang agak hangat, burger king. Hohohoho. Sampai sore, rekaman foto dan video sudah cukup banyak, dan waktu bermain juga sudah habis. Waktunya pulang, dan kami pulang dengan shuttle bus direct ke Myongdong, setelah sebelumnya mendaftar.

Ada kisah sedih di sela acara skiing kami hari ini. Dompet teman saya hilang, entah terjatuh ketika berganti pakaian atau terjatuh ketika skiin. Thank God, barusan dapet update, kalau dompetnya diketemukan utuh, dengan kartu2 di dalamnya aman. Bravo untuk orang Korean  *cerita sudah pasti berbeda kalau dompet hilang di Jakarta atau Cina.

Lesson learn :
1. Lakukan registrasi terlebih dahulu sebelum Skiing, jadi bisa mendapatkan kemudahan transportasi, karena shuttle yang disiapkan oleh resort jauh lebih mudah dan free of charge alias gratis!

2. Pastikan untuk mengenakan baju dingin dan sarung tangan anti air, ketika berangkat skiing. Sehingga tidak perlu menyewa perlengkapan anti air lagi.

3. Untuk yang bepergian dengan anak-anak, bawa selalu pakaian ganti, lengkap dengan jaket dan sarung tangan & kaos kaki. Bawa juga minyak telon atau penghangat lainnya, supaya anak2 tidak kedinginan setelah main es.

4. Snack dan makanan ada dijual di resort. Tetap butuh snack atau susu kemasan untuk jaga-jaga kalau anak2 kelaparan di tengah perjalanan.

5. Untuk yang ingin masuk dan foto-foto plus main2 seru di ski, tanpa sewa alat ski, masuk ke resort ini gratis koq! Jadi ini merupakan recommended place to visit, udah bisa naik shuttle gratis, masuknya juga gratis, bisa dapet foto dengan view keren, paling tinggal keluar uang untuk makan dan jajan.

6. Bahasa pengantar di website Jisan Ski Resort adalah Korea. Alangkah baiknya jika kita meminta bantuan orang hotel (atau orang local) untuk mendaftarkan kita untuk shuttle penjemputan. Di sana, petugas tiket juga rata-rata tidak berbahasa Inggris. Kami hampir mengira kalau untuk masuk ke resort harus membeli tiket karena keterbatasan Bahasa dan informasi yang ada di papan rata2 dalam Bahasa dan tulisan Korea.

gegayaan dengan tongkat dan sepatu ski, Nick pede meluncur di es dengan perlengkapan skinya, tanpa pelatih!

gegayaan dengan tongkat dan sepatu ski, Nick pede meluncur di es dengan perlengkapan skinya, tanpa pelatih!

December 26, 2014 at 07:56 8 comments

Korea trip, Day 1

Baru saja pulang dari trip ke Korea. Saya, hubby dan 2 boys usia 8 & 10 tahun, berangkat sendiri tanpa ikut paket tour. Agak nekad kelihatannya, tapi kami mencoba prepare dengan rencana perjalanan dan macam2 perlengkapan di tangan. Mulai dari peta, jadwal subway dan beberapa info tempat wisata yang harus dikunjungi lengkap dengan harga dan promonya. Sedikit missed di sana-sini, tapi cukup memuaskan untuk perjalanan luar negri yang lumayan jauh dengan Bahasa antah berantah dan musim yang juga jauh berbeda.

Perjalanan ke Korea sebenarnya tidak masuk dalam rencana kami. Adalah Jepang yang tadinya menjadi tujuan liburan berikutnya. Tetapi karena kebetulan mendapat tiket PP Cengkareng-Incheon seharga USD 500, jadilah kami deal ke Korea. Plan awal : melihat salju  Tiket terbeli sekitar bulan September, untuk keberangkatan Desember. Setelah tiket terbeli, kami sibuk dengan kegiatan masing-masing, sampai akhirnya sedikit gerabak-gerubuk ketika tiba-tiba bulan Desember tiba.

Adalah hubby yang rajin browsing sana-sini. Bikin itinerary dan mengurus visa dan hal-hal lainnya. Kebetulan, seorang sahabat confirm untuk trip bareng, walaupun dengan selisih beberapa hari, karena plannya dadakan.

Kami berangkat ke Korea dengan Garuda 878, hari Rabu jam 23.35 malam. Ini merupakan longest trip anak2 by plane, setelah sebelumnya trip 5 jam ke Hongkong. Dapet kursi ber-4, persis di belakang business class. Harapannya, dengan penerbangan tengah malam, selama perjalanan kami akan tidur nyenyak, dan bangun pagi2 dengan kondisi badan fit dan siap bermain di Everland. Yang ada, karena anak2 sudah mulai besar, tapi posisi tidur masih posisi anak2, jadilah hubby terjaga semalaman, karena menjaga Nick yang tidur memanjang. Saya sendiri bisa tidur dengan cukup enak, walaupun beberapa kali terjaga karena suara tangisan penumpang babies. Lesson learn, untuk keluarga dengan 2 anak yang berusia diatas 6 tahun, kursi 2-2 lebih disarankan daripada kursi 4 berjejer, yang sebagian dudukan lengannya bisa diangkat dan sebagian lagi tidak bisa.

Korea_flight

Korea_flight sleep

Pesawat mendarat tepat waktu. Tiba di Incheon airport, setelah mengurus imigrasi dan bagasi, kami langsung bergegas membeli T-money, yang berbentuk kartu, bisa digunakan untuk membayar bus, subway, dan sekaligus bisa digunakan untuk berbelanja di beberapa minimart seperti seven eleven dll. Karena tidak tahu kalau tarif anak bisa beda sama tarif dewasa, kemarin hubby membeli T-Money yang sama. Pas ngetap di airport limo, barulah kita ngeh kalau mestinya kita tanya sebelum beli T-money kemarin. Well, lagi2 bahasa menjadi kendala, karena beberapa penjaga toko tidak berbahasa Inggris.

Perjalanan dengan airport Limo dari Incheon airport ke Ibis Dongdaemun hotel memakan waktu kurang lebih 1,5 jam. Tarif untuk anak2 10,000 won dan untuk dewasa 14,000 won. Kursi di airport limo (bus) kurang lebih senyaman kursi penumpang kelas business. Dengan reclining bisa sampai posisi tidur nyaman. Airport limo akan melalui Gimpo airport, untuk berhenti mengambil dan menurunkan penumpang.
Sampai di hotel, kami langsung check in dan bermaksud untuk langsung melanjutkan perjalanan ke Everland, sesuai dengan jadwal day-1, sesegera menitipkan koper ke hotel. Waktu itu cuaca sedang dingin2nya. -13⁰, feels like -20⁰ … haizzzzz!! Kebayang dong, es membeku di 0⁰ dan itu dinginnya udah dinginnnn bingits!

Kami lalu berpikir untuk membatalkan plan ke Everland, mengingat jam yang sudah menunjukkan pukul 3.30 sore dan dingin yang keterlaluan untuk memaksakan main sementara kondisi tubuh sedang kurang fit. Akhirnya hari pertama kami isi dengan : istirahat di kamar, mengisi perut dengan semangkuk indomie panas dan sedikit pengenalan kota Seoul, dengan naik subway.

Speaking about hotel, type kamar yang kami pilih adalah kamar family. Ada 1 ranjang double dan diatasnya ada ranjang bertingkat ukuran single. Dengan posisi kamar di lantai 15, kami mendapat pemandangan kota yang cukup Indah. Kamar ukuran imut2 dengan toilet (kering) terpisah dan kamar mandi seukuran 1 orang, mirip2 ruang bilas di kolam renang. Super mungil tapi lumayan nyaman dan cocok juga dengan kantong.

Okay, cerita agenda hari & detail berikutnya, lanjut di postingan berikutnya yaaa 😉

Korea_day1

December 26, 2014 at 06:50 4 comments

Some Facts about Korea(n)

Beberapa hal yang saya pelajari tentang Korea, dan ini murni pendapat saya. Jadi kalau ada yang punya pendapat lain, monggo di share di komen yaaa 

1. Orang Korea itu keren-keren. Rambutnya bagus2, baik dari warna maupun tatanan. Yang cowok, biarpun gag seganteng oppa-oppa di drakor, tetep tegep2, putih2, keren2 dengan perut rata. Rasanya jarang banget liat oppa Korea yang berperut ndut.

2. Di Korea, biarpun susah banget cari tempat sampah, tapi termasuk bersih. Jauh lebih bersih daripada Hongkong ataupun Guang Zhou (saya memakai perbandingan ini, karena saya barusan ke dua tempat tersebut sebelumnya).

3. Orang Korea tertib-tertib. Budaya antri, jalan cepat, rata2 mempunyai kecepatan langkah yang sama. Kecuali oma2 yang sudah susah jalan, mereka terlihat gesit2. Gag ada yang leleto.

4. Orang Korea resik dan gag jorok. Setelah makan di fast food, mereka membersihkan tempat makan sendiri. Pelayan2 resto sepertinya baru mengelus dada sambil geleng2 kalau abis liat orang Indonesia or orang China yang makan. Berantakan #sambil ngeliatin meja bekas tempat makan Tim Nick

5. Orang Korea penyuka anak-anak kecil. Mereka selalu senyum kalau lihat anak2. Menurut Timmy, orang Korea tidak marah biarpun melihat anak kecil yang gag bisa diem #sambil ngeliatin Nicky yang sangat pecicilan. Mereka maklum sekali.

6. Orang Korea bangga dengan Bahasa mereka. Sekalipun mereka harus menerangkan sesuatu ke turis asing, mereka tetap bangga berbahasa Korea. Even mereka menaruh papan2 pengumuman di tempat wisata, dengan Bahasa dan tulisan Korea, tanpa perduli apakah wisatawan asing mengerti atau tidak maksud pengumuman tersebut.

7. Kalau mau explore lebih rajin, banyak sekali tempat wisata yang bisa di nikmati secara gratis di Korea. Kuncinya, asal rajin2 browsing dan tanya2

8. Meskipun nasi merupakan makanan (rumah) wajib orang Korea, tapi di fast food seperti Burger King, KFC atau Mc. Donald, tidak disediakan nasi. Kurang tahu juga apa sebabnya.

9. Orang Korea sangat TEPAT WAKTU. Semua on schedule. Tertib, tidak ada tawar menawar. Oleh karena itu, alangkah baiknya untuk selalu menjaga ketepatan waktu ketika merencanakan sebuat jadwal, apalagi dengan bus atau train, atau tempat wisata.

10. Orang Korea sangat menghormati orang tua. Mereka juga tidak segan membantu orang tua yang disable. Beberapa kali saya melihat orang buta yang dibantu oleh orang sekitarnya untuk naik ke kereta.

11. Menurut saya, kemampuan anak muda Indonesia dalam berbahasa asing, terutama Inggris, masih jauh diatas kemampuan orang Korea. Disana, meskipun muda dan keren, belum tentu mereka bisa berbahasaInggris. Tetapi yang pasti, mereka pede dan bangga akan bahasa ibu mereka.

12. Di Korea, walaupun cenderung terlihat aman, tetapi pengemis dan gembel tetap ada. Tunawisma yang tidur di emperanpun banyak. Tukang jualan yang suka teriak2 jualan model tukang jual obatpun ada 🙂

13. Ada lagi yang mau di tambahkan?

December 26, 2014 at 03:11 Leave a comment

Give Thanks!

How you appreciate life?

Sering kita mendengar tentang seorang yang sukses, cantik, ganteng, banyak uang, terkenal, tiba2 meninggal karena bunuh diri. Di satu sisi yang lain kita lihat, seorang tukang sapu yang bisa senyum-senyum bergandengan tangan dengan istrinya sambil makan nasi bungkus di bawah pohon. Bahwa ternyata, kekayaan, kesuksesan dan banyaknya harta yang dimiliki oleh seseorang tidak menjadi ukuran dari besarnya kebahagiaan yang dimiliki orang tersebut. Betapa rasa syukur atas sesuatu yang kita miliki, sering tidak berbanding dengan besarnya kepemilikan kita atas sesuatu yang disebut sukses dan kekayaan.

Ini juga yang mengawali percakapan sekelompok sahabat perempuan, di Suatu siang :

A : Duuh … suntuk nih … capek, bete, pengen liburan 😦
B : Loh, bukannya kemarin baru liburan A?
C : Iya nih, perasaan yang paling sering liburan elu deh?
D : Gue malah rasanya liburan terakhir tuh udah 3 taon yang lalu deh?

A : Masak sih?
B : Lah, awal tahun lalu yang ke Hongkong kan elu? Trus waktu itu ikut ke Bali bareng hubby? Trus yang pertengahan tahun ke Bangkok dan baru minggu lalu ke Bandung, bukannya elu juga?
C : Iyaaa … gue juga ingetnya gitu … hehehehe

A : Masak ya?? Segitu sering gue liburan?
D : Yep, udah gitu, masih bilang butuh liburan lagiii 😀
B : Kayaknya gue malah yang butuh liburan nih …. udah lama jadi supir anter jemput anak skul, sampe item dan jarang nyalon gara2 anak2 banyak les dan harus dianter2.
C : Samaaa dong B. Gue juga lagi kena macet nih … buset deh, tiap hari stress gara2 macet. Blom lagi maidless karena lagi2 maid minta pulang karena gag betah sama mertua yang cerewet 😥 Terpaksa nyapu, ngepel dan ngurus laundry sendirian diantara jadwal jadi supir merangkap koki.
D : Nah tuh … kayaknya sih A, hidup elu udah paling enak deh … mau jalan2 tinggal jalan2. Mau beli barang tinggal beli. Mau gag masak dan ngurus anak juga udah ada orang yang get it done for you. Apalagi yang bikin stress sih A???

A : Omooo Omooo … berarti gue cuma butuh 1 ornamen di kehidupan gue yaa … biar gag berasa suntuk terus, biar gag kompleeennn mulu … biar bisa lebih bersyukur buat hari-hari gue yang mungkin berat tapi gag berat-berat amat …
B : Iyaaaa … gue mah kalo udah nganter anak macet2an dan panas2an, bisa ngadem di mall aja udah happy banget rasanya.
C : Tossss B!! Gue kalo liat rumah rapih dan bersih, anak2 maen or bikin PR tanpa berisik berantem satu sama lain, udah happy banget rasanya.
D : Gue dooong … kalo udah malem, rumah rapih, anak2 tidur, perut laki kenyang, dan gue bisa nonton drakor dengan nyantai, itu udah surga banget buat gue …

Hohohohooo … thanks God for my easy dailies. Thanks God for the works that I have, that i still can do something and make money for my family. Thanks God for the complicated people arround me, so that i know how to put more patience and becoming wiser day by day. Especially, thanks God for my best friends who always be there for my tears, support my decision, wake me up when am too lazy, and remind me to thank for everything that i have.

*Belajar untuk lebih banyak mengucap syukur, stop complain ini itu, lebih melihat kebawah, berhenti menginginkan sesuatu yang bukan kepunyaanmu, menabur kasih & kebaikan, mencari teman lebih banyak, merangkul musuh dan menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.

September 3, 2014 at 05:22 10 comments

Cerita tentang si Neng & Om

Ini topik yang paling HOT dikalangan ibu-ibu, bapak-bapak, semua yang ada disini … *loh, koq jadi lagu inul?? Apalagi musim2 setelah lebaran, ketika para ART pulang kampung tanpa kepastian bakal balik lagi atau tidak.

Thank God, walaupun sempat di cheating’i tahun lalu, helper saya kembali ke rumah setelah cuti 2 minggu lebih. Kenapa saya sebut cheating? Karena tahun lalu, seperti cerita saya yang ini, ternyata doi sempat mencari pengalaman di tempat lain, sebelum akhirnya balik lagi ke majikannya yang penuh kasih sayang dan keren ini #halah

Waktu Neng mau pul kam, saya udah wanti2 sambil nanya. Doi mau balik kerja sama saya atau tidak. Seperti biasa, jawaban mereka selalu ngambang. “Belum tau bu, mau berapa lama maennya” Haizzz …. Saya tambahkan. “Terserah kamu mau balik apa tidak. Tapi kasih khabar. Seperti kamu tau, disini kamu sudah dianggap keluarga.” Hal ini memang benar adanya, karena selain saya, mak & kong pun sayang sama Neng 🙂 Jadi bukan iklan apalagi basa basi, karena Neng pun tau, dirumah dia juga disayang, walaupun kadang suka dibully juga sama Tim Nick :p

Yep, punya maid lama yang balik lagi memang melegakan. Gag perlu ngajarin ulang segala sesuatu. Gag perlu deg2an sama level kejujurannya. Udah tau luar dalem, doyannya apa, malesnya apa, pokoke enak lah. Sambil berterima kasih atas baliknya si Neng, saya juga ikutan geleng2 kepala mendengar balada ART dari sahabat2 saya. Ada yang baru dateng 2 hari udah nangis2 minta pulang *cerita lama ya?? Ada yang request macem2. Duuh, thank God saya masih diberi kemudahan dalam hal ini. Makasih ya Neng, masih mau bantuin ngurus Tim & Nick #elap_aer_mata

Selain ART, saya juga punya 1 helper lagi, yang bertugas mengantar jemput anak2 ke sekolah dan les++. Sampai lebaran lalu, saya memakai jasa seorang driver muda, umur early 30. Orangnya kecil, bersih, tapiiiii : Judes, perhitungan, berat tangan, suka ngeles, malas, dan bossy! Semua julukan yang saya berikan, pasti ada alasannya. Soal judes, bukan cuma ke anak2, tapi juga ke saya dan mak kong. Malas? Ya iyalah … Bantuin angkatin tas sekolah anak2 yang berat2 sangat aja dia gag mau. Gayanya bossy abiss … sering banget nunggu di dalam mobil, even kalau ada saya di dalam mobil tersebut (biasa driver lain akan segan dan turun, kalau saya memilih untuk nunggu dalam mobil). Padahal udah saya wanti2 untuk tidak duduk menunggu di dalam mobil, alias nunggu duduk aja diluar mobil. Udah enak dapet daerah anteran cuma kelapa gading dan sekitarnya. Gag perlu macet2an ke ujung Jakarta. Tapi koq kerjanya masih kayak beratttt banget. Padahal, kalau anak2 tidak ada les, dan hubby lagi tugas luar kota, setelah nganter anak2 pulang skul jam 12 siang, dia boleh langsung pulang. Kalau pas anak2 libur sekolah? Setelah nganter saya ke depan komplex pagi2, dia bisa pulang dan gag ada kerjaan seharian. Yep, se-ha-ri-an sodara-sodara.
Hobbynya cuma satu, pegang HP. Entah chat or browsing, or apalah 😦

Selain alasan sifat2 jeleknya, dia juga sering tidak masuk dengan alasan sakit. Umur masih muda, kerjaan gag berat gimana, attitude jelek pulak, well … ketika kemarin dia tidak muncul setelah tanggal yang dia janjikan, kami langsung cari driver pengganti.

Kalau yang kemarin umurnya baru 30an tapi males2an, yang ini umurnya yang agak2 bikin deg2an. Hampir seangkatan dengan si engkong euy. *tepokjidat

Umurnya 62 tahun. Pendengaran agak kurang, tapi sering senyum. Rumahnya agak jauh dari rumah kami dan dia tidak punya kendaraan. Ditambah lagi, dia biasa drive mobil manual dan baru belajar bawa matic 2-3 hari ini. Dengan segala kekurangannya, saya agak berdebar mempekerjakannya. Kami butuh driver, tapi koq deg2an dengan si bapak yang sudah lumayan berumur ini.

Test drive, walau agak lambat, dia lolos. Orangnya niat kerja, ketauan dia memang butuh pekerjaan ini. Keliatannya dia cukup bisa diandalkan soal menghafal rute jalan. Tidak perlu berkali-kali, dan dia bisa hafal. Satu lagi, kemarin, dengar laporan dari mak, dia ikut bantuin anak2 angkat tas kelantai atas tempat les, bahkan menunggui sampai anak2 selesai.

Ketika saya tanya pendapat Neng tentang si Bapak, Neng bilang : orangnya ketawa terus 🙂 hehehe. Semoga itu berarti beliau cukup menikmati pekerjaannya 🙂

Pendapat mak & kong (yang sangat BT dengan kelakuan driver yang lama), driver baru ini cukup lumayan. Dengar2, si bapak ini dulu bekerja jadi driver di warung makan. Berangkat subuh2 buat berbelanja sayur mayur di pasar. Oya, beliau orang Manado, dengan 1 istri dan 1 anak perempuan yang sudah bekerja.

Saya berencana memanggil dia Om saja. Saya juga titip2 ke mak dan kong, untuk memberi beliau makan dan minum serta duduk istirahat didalam rumah kalau beliau cape. Semoga om ini bisa membantu mobilisasi anak2. Semoga saya bisa memberkati beliau dengan pekerjaan ini di usianya yang sudah senior. Sehat2 selalu ya Om 🙂

Mama : “Nanti panggil bapak yang baru ini Opa aja yaaa …
Timmy : “Timmy panggilnya Om”
Nicky : “Nicky sih panggilnya Mas … “

August 13, 2014 at 11:05 6 comments

My Lovely Mak is now very happy in there!

Ketika tiba-tiba saya mengajak anak2 untuk terbang ke Palembang, dan mengunjungi Emak tersayang, ternyata ada maksudnya. Foto2 dan senyuman manis Mak ketika itu, bisa merekam suaranya ketika dia menyanyikan lagu kesukaannya ‘Mari kita bersukaria’, ternyata adalah terakhir kalinya saya bisa memeluk emak.

Ya, emak pulang ke rumah Bapa di surga tanggal 15 January kemarin. Jam 3 sore, tante masih mengajak beliau ngobrol2, dan jam 4 sorenya beliau pulang dengan sangat tenang.

Mak yang periang, mak yang pinter cari uang di jaman mudanya dulu. Mak yang pemberani dan tukang jalan #sekarang kalian tau kan, dari mana gen tukang jalan itu berasal?! Mak yang bahkan diceritakan berani menghadapi petugas pajak yang datang kerumahnya di suatu sore.

‘Dikejauhan, terlihat 3 orang laki-laki. Mereka terlihat bercakap2 satu sama lain, sambil menunjuk2 warung kecil mak. Yaa, emak memang membuka warung kecil dirumah, dimana permen, gambaran, rokok, gula pasir, dan lain sebagainya dijual. Kami, para cucu yang dulu masih kecil menyebutnya sebagai : surga kecil, karena disana kami bebas meminta permen, gambaran, balon tiup, dan hal-hal menarik lainnya.

Engkong melihat mereka dari pintu rumah dan bergegas membuka pintu untuk mereka. Tiba-tiba, mak berkata : “You, minggir, biar I yang maju … “ WWell, engkong saya yang jago dansa, memang terkenal tidak mau ribut dan nurut-nurut saja.
Petugas pajak : “Sore bu … itu warungnyo yo?
Mak : Iyooo
Petugas pajak : Kami nak (mau) minta rokok bu
Mak : Gek deken (dulu) yeee … (bergegas ke warung dan mengambil rokok). Kemudian membagikannya ke 3 orang pajak tersebut, satu orang mendapat jatah 1 batang.
Petugas *dengan sedikit tersinggung : Yang bener be buuuuu?! (mengasongkan sebatang rokok yg baru dibagikan mak)
Mak : Kamu nih, minta apo beli ye?? Kalo minta, aku nak enjoknyo semak’ itulah! (kalian minta atau beli? Kalau minta, saya cuma bersedia memberi segitu)
Petugas pajak : mingkem sambil liat2an satu sama lain *lol

Dan, kegiatan selanjutnya adalah, mereka meminta sejumlah uang, meminta mak membayar pajak untuk warung kecilnya tersebut. Emak kemudian dengan wise, meminta mereka untuk duduk dan menghitung berapa banyak orang yang berbelanja dalam sehari di warung kecilnya.
Petugas pajak akhirnya pergi, berlalu dari rumah mak, tak lama kemudian 🙂

Hahhahaa … mak saya yang kecil mungil namun ber-akal sangat panjang!

Berpulangnya emak, juga menjadi reuni antara para cucu mak. Dari 5 anak perempuan dan 2 anak laki-lakinya, mak dikaruniai 5 cucu perempuan dan 8 cucu laki-laki. Tim & Nick menjadi 2 buyut pertama mak.

Selamat jalan Mak … happy bersama engkong di surga yaa … we love you sooooo much!

Bongkar-bongkar postingan lama, ternyata di usia tuanya pun, dia masih bisa jadi berkat buat saya loh! Lihat saja di postingan ini

Dari kotbah yang saya dengar dari para pendeta di ibadah penghiburannya pun, mak memang terkenal sangat jarang tidak hadir di setiap ibadah minggu dan tengah minggu. Sangat menjadi berkat dan teladan buat orang-orang muda disekitarnya. Ketika sampai menua dan ingatannya memudarpun, dia boleh lupa ketika ditanya “siapa ini” dan “siapa itu”, tetapi, ketika diajak berdoa, dan ditanya, “Mak, berdoanya ke siapa?” Dengan tegas mak akan menjawab : “Tuhan Yesus Kristus!”

Seperti lagunya kesukaannya yang kemarin kami nyanyikan, dan akan selalu kami ingat :

Mari kita bersukaria …
‘karna ini hari bahagia, kita berkumpul jadi satu
Puji Tuhan semesta itu
tepuk tangan wajah berseri, hilangkanlah hati yang sedih …
bukankah Yesus berkata, Damai yang Dia brikan kita,
mari kita bersukaria!

mom_mak_me

20140118_193808

January 21, 2014 at 04:18 4 comments

Older Posts


Luvly7 ….

Cewek Keren Sedunia is her middle name ... Love travelling ,make friends, watch movie and sleep! Really wanna be slim without stop eating :) Be a famous TV presenter & MC is one of her biggest dream, and hopefully she still can reach it !!! You go girl !!

Oldies

Visitors

  • 466,673 clicks

RSS Blogger’s update

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Recent Posts