My Lovely Mak is now very happy in there!

Ketika tiba-tiba saya mengajak anak2 untuk terbang ke Palembang, dan mengunjungi Emak tersayang, ternyata ada maksudnya. Foto2 dan senyuman manis Mak ketika itu, bisa merekam suaranya ketika dia menyanyikan lagu kesukaannya ‘Mari kita bersukaria’, ternyata adalah terakhir kalinya saya bisa memeluk emak.

Ya, emak pulang ke rumah Bapa di surga tanggal 15 January kemarin. Jam 3 sore, tante masih mengajak beliau ngobrol2, dan jam 4 sorenya beliau pulang dengan sangat tenang.

Mak yang periang, mak yang pinter cari uang di jaman mudanya dulu. Mak yang pemberani dan tukang jalan #sekarang kalian tau kan, dari mana gen tukang jalan itu berasal?! Mak yang bahkan diceritakan berani menghadapi petugas pajak yang datang kerumahnya di suatu sore.

‘Dikejauhan, terlihat 3 orang laki-laki. Mereka terlihat bercakap2 satu sama lain, sambil menunjuk2 warung kecil mak. Yaa, emak memang membuka warung kecil dirumah, dimana permen, gambaran, rokok, gula pasir, dan lain sebagainya dijual. Kami, para cucu yang dulu masih kecil menyebutnya sebagai : surga kecil, karena disana kami bebas meminta permen, gambaran, balon tiup, dan hal-hal menarik lainnya.

Engkong melihat mereka dari pintu rumah dan bergegas membuka pintu untuk mereka. Tiba-tiba, mak berkata : “You, minggir, biar I yang maju … “ WWell, engkong saya yang jago dansa, memang terkenal tidak mau ribut dan nurut-nurut saja.
Petugas pajak : “Sore bu … itu warungnyo yo?
Mak : Iyooo
Petugas pajak : Kami nak (mau) minta rokok bu
Mak : Gek deken (dulu) yeee … (bergegas ke warung dan mengambil rokok). Kemudian membagikannya ke 3 orang pajak tersebut, satu orang mendapat jatah 1 batang.
Petugas *dengan sedikit tersinggung : Yang bener be buuuuu?! (mengasongkan sebatang rokok yg baru dibagikan mak)
Mak : Kamu nih, minta apo beli ye?? Kalo minta, aku nak enjoknyo semak’ itulah! (kalian minta atau beli? Kalau minta, saya cuma bersedia memberi segitu)
Petugas pajak : mingkem sambil liat2an satu sama lain *lol

Dan, kegiatan selanjutnya adalah, mereka meminta sejumlah uang, meminta mak membayar pajak untuk warung kecilnya tersebut. Emak kemudian dengan wise, meminta mereka untuk duduk dan menghitung berapa banyak orang yang berbelanja dalam sehari di warung kecilnya.
Petugas pajak akhirnya pergi, berlalu dari rumah mak, tak lama kemudian 🙂

Hahhahaa … mak saya yang kecil mungil namun ber-akal sangat panjang!

Berpulangnya emak, juga menjadi reuni antara para cucu mak. Dari 5 anak perempuan dan 2 anak laki-lakinya, mak dikaruniai 5 cucu perempuan dan 8 cucu laki-laki. Tim & Nick menjadi 2 buyut pertama mak.

Selamat jalan Mak … happy bersama engkong di surga yaa … we love you sooooo much!

Bongkar-bongkar postingan lama, ternyata di usia tuanya pun, dia masih bisa jadi berkat buat saya loh! Lihat saja di postingan ini

Dari kotbah yang saya dengar dari para pendeta di ibadah penghiburannya pun, mak memang terkenal sangat jarang tidak hadir di setiap ibadah minggu dan tengah minggu. Sangat menjadi berkat dan teladan buat orang-orang muda disekitarnya. Ketika sampai menua dan ingatannya memudarpun, dia boleh lupa ketika ditanya “siapa ini” dan “siapa itu”, tetapi, ketika diajak berdoa, dan ditanya, “Mak, berdoanya ke siapa?” Dengan tegas mak akan menjawab : “Tuhan Yesus Kristus!”

Seperti lagunya kesukaannya yang kemarin kami nyanyikan, dan akan selalu kami ingat :

Mari kita bersukaria …
‘karna ini hari bahagia, kita berkumpul jadi satu
Puji Tuhan semesta itu
tepuk tangan wajah berseri, hilangkanlah hati yang sedih …
bukankah Yesus berkata, Damai yang Dia brikan kita,
mari kita bersukaria!

mom_mak_me

20140118_193808

The old killer!

Pernah liat iklan rokok jaman dulu?
Di setiap iklan rokok, di bagian paling bawah, ada tulisan kecil2 : Rokok dapat menyebabkan kanker, impotensi, de el el, de el el. Tulisannya kecillll, gag se per berapanya tulisan iklan. Tulisan yang sama juga dijumpai di bagian bawah/belakang kemasan2 rokok di Indonesia.

Or, yang suka jalan-jalan ke luar negri, pernah liat kotak rokok di luar negri? Yang gambarnya serem2. Gambar2 penyakit kronis seperti kanker paru2 yang sudah parah, or kanker mulut, or else, yang menghiasi gambar kemasan rokok. Pokoke kalo diliat-liat, serem deh 😦 Sebenernya itu bukan gambar yang tepat untuk ditaruh di kemasan untuk dijual. Tapi udah pake gambar horor gitu aja, masih laku aja tuh rokok 🙂

Belakangan, kampanye rokok tambah seru. Bukan lagi dengan kalimat yang ‘mungkin’ (rokok dapat menyebabkan, berarti dapat juga tidak menyebabkan), tapi sudah berganti menjadi : Rokok membunuhmu! Menurut saya sih, kalimat pendek itu berarti ‘sudah hampir pasti’ atau ‘sudah pasti akan…’ Kita lihat saja, seberapa efek dari kampanye rokok tersebut. Mengingat banyaknya perokok di Indonesia, yang bukan hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak 😦

Semoga semakin lama jumlah orang-orang yang masih suka buang-buang uang untuk dibakar dan menyebabkan polusi serta penyakit buat orang-orang disekitarnya *kalo penyakit buat dia sendiri sih terserah aja yaaa* bisa semakin berkurang. Semoga pemerintah bisa mencari jalan supaya harga rokok bisa semahal harga elpiji, jadi kalo orang mau beli rokok bisa mikir2 dulu. Semoga iklan rokok yang pake adegan bunuh2an itu bisa membuat orang berpikir untuk merokok atau bahkan membeli rokok.

Dan bukan malah bilang : Cinta juga membunuh koq … tapi, masih banyak aja orang yang suka jatuh cinta … haizzzzz *kumat lebay dipagi hari!

*postingan ini sengaja gag dipakein gambar illustrasi, biar gag jadi serem pemandangan blog sayah 🙂

Pulang kampung trip

Palembang, sebuah kota di Sumatera bagian selatan, yang menjadi kota kelahiran cks. Dulu, jaman masih SD, hampir setiap liburan caturwulan, mamie, cks dan 2 adik, akan pulang ke Palembang. Masih ingat dulu, kami akan membeli 3 kursi di bus damri. Duduk dikursi paling depan, belakangnya pak supir, mirip lagu naik delman.

Kemarin, ketika beberapa keluarga pulang ke Palembang, setelah acara pernikahan si Etha, cks kepikiran buat ikutan pulang kampung. Sekalian ajak Tim Nick yang belum pernah melihat penampakan sungai musi dan jembatan ampera secara langsung 🙂 Akhirnya, iseng booking tiket pesawat dan issued, dan beberes koper di hari yang sama. Ngepot! Exciting sekali!!

Waktu itu kami ber 7 yang akan berangkat. cks, Tim, Nick, mamie, tante, cousin & istrinya. Naik taxi biasa, pastinya gag muat. Jadi cks putusin buat order tiara express yg mobilnya alphard. Seinget ogut, dulu mobilnya warna putih, dengan tarif yang sama seperti tarif taxi regular. Unitnya terbatas, makanya perlu order by telpon. Pas unitnya dateng, ternyata mobilnya hitam, dan tarifnya udah jadi tarif premium euy. Sekali duduk langsung muncul angka 15 or 30 ribu gitu *lupa euy* Yang jelas, bisa muat 5 dewasa + 2 anak2 dan yang lebih jelas lagi, tarif Kelapa Gading – Soetta yang biasanya berkisar antara 120-150 ribu, kemarin berubah jadi 320,000 saja 😀 hohohoho

Di airport, rombongan tante dan cousin berangkat duluan, karena mereka dapet flight jam 5an. Sementara jadwal penerbangan kami yang 7.40 membuat kami harus duduk lebih lama di erpot. Udah gitu, 7.40 udah di pesawat, jam 9.30 pesawat baru take off 😥 Bukaaaan, bukan Lion koq, kemarin kami naik Garuda Indonesia 😦

Sampe di Palembang, anak2 kelaparan. Dan diantara sekian banyak resto padang yang udah tutup, tiba2 lewatlah kami di KFC. Wahhh, ini mah makanan mereka banget!

Di Palembang, kami stay di hotel Grand Zuri. Sehari2 kelayapan ke rumah sodara dan wisata kuliner dari pagi sampe malem. Mencoba macem2 warung pempek, tekwan, jajan es kacang Mamat, bakmi2an yang terkenal enak disana -termasuk bakmi Aloy yang memang pusatnya ada di Palembang-, dan pastinya : durian!

Kami juga menjenguk mak, nenek tersayang yang sedang sakit dan untuk sementara tinggal di rumah tante karena di rumahnya tidak ada yang menjaga. Happy banget liat mak bisa senyum. Masih kuat dan pelan2 bisa inget sama cucu pertamanya ini. Bisa ajak Tim Nick foto sama mak buyut yang umurnya udah 90 tahun 🙂

4 hari 3 malam di Palembang, lumayan membuat kami betah. Nick malah gag mau pulang, karena masih pengen main bareng uncle2nya disana 🙂

blog_durian

blog_durian2

blog_with emak_2

blog_with emak

blog_PS

blog_kids at airport

blog_uncle widi

blog_jakabaring

blog_es mamat

Edisi kakak yang mellow

Cerita lanjutan liburan ke Disneyland Hongkong, diposting nanti yaaa … cks lagi menyamar jadi the galau sista’

Sebulan yang lalu, berita mengejutkan sekaligus menggembirakan, datang dari my lil sis. She’s getting married! Why so immediate?? Well, ternyata diam-diam, dia sudah ngeplan dari setahun sebelumnya. Udah foto prewed segala bahkan. Dan kakak perempuan satu-satunya ini, gag dikasih tauuuuu??? grrrrrrrrrrrr *(@_!*($^_@(#)*!@%(*@%_#~#!@*)!*@(&%+

cks punya 2 adik. Yang laki-laki di tengah, dan yang bontot perempuan. Masing-masing beda 2 tahun. Sejak menikahkan anak pertamanya 10 tahun yang lalu, papie mamie anteng dan belum bikin keriuhan apa-apa lagi sampai sekarang. Tim Nick jadi dua-duanya cucu kesayangan mak dan kong, secara emang baru cks yang merit. Dan 2 adik ini sepertinya anteng-anteng aja blom kasih kabar or denger plan bakal merit. Secara umur, 2-2nya udah cukup banget umur buat merit. Tapi mungkin ada hal lain yang ada di pikiran mereka. Secara mamie dulu juga meritnya pas umur 27, padahal jaman dulu kan orang-orang sibuk merit di umur belasa or awal 20an. Apalagi jaman sekaraaaang, dikala usia udah bukan menjadi alasan utama seseorang untuk menikah.

And now, ketika hari H sudah semakin dekat … si kakak menjadi sangat mellow sekaliiiii 😥 Adik perempuan cuman 1. Dirumah, yang kadang bisa diajak ngobrol selain Tim Nick, yaaa cuma si lil sista ini. Itu juga kalo dia gag busy … *sekalian curcol* Si lil sis juga kebetulan diangkat jadi make up artist pribadi cks. Juga temen nyalon dan temen sharing kosmetik. Temen makan juga, sesekali kalo dia lagi gag busy. Temen jalan, temen discuss, temen berantem … doooooohhhh!!

Besok kalo lil’ sis merit, trus pindah rumah, trus nanti cks gag bisa lagi ngetok kamarnya pagi-pagi buat minta bantuin hairdo kalo lagi ada event pagi dadakan or sekedar minta blow-in rambut kalo lagi pgn punya rambut curly. Trus nanti, kalo malem-malem laper, pengen indomie pedes, gag ada lagi yang bisa diajak share indomie kuah semangkok berdua *walopun nanti akhirnya jadi nambah semangkok lagi-pun* Trus, nanti, kalo Tim Nick lagi butuh fashion designer, gag bisa lari ke kamar mama Etha lagi deh 😦 trus, kalo cks juga lagi butuh manja-manjaan, kalo lagi ngambek sama mama or dicuekin papa, Tim Nick gag bisa bobok sambil maen ipad sama mama etha lagi 😦

Daaaannn …. disepanjang sore kemarin, cks mellow nangis sampe becucuran aer mata *moga2 lil sis gag baca postingan ini … maluuu booooo!! Sediiihhhhhh banget 😦

Yang bisa diajak patungan beli kado pap mam kalo bday, ya lil sis ini! Lil bro maaaah, peyiiiit pisan!! Emang dasar anak laki apa ya??
Yang bisa diajak discuss soal pap mam, juga si lil sis. Huaaaaaaa, am gonna really miss her!!

Moga2 nanti lil sis happy dengan kehidupan barunya. Moga2 nanti tetep bisa sering2 ngedate bareng, biar udah punya temen date baru. Moga2 nanti mama Etha tetep mau ajak-ajak Tim Nick jalan-jalan. Moga2 mama Etha cepet punya baby girl, biar mama Tim Nick bisa gendong2 baby lagi tanpa perlu menggendutkan body sendiri :p Moga2 semua kebaikan dan kebahagiaan dilimpahkan Tuhan di keluarga baru mama Etha ….

Hicks …. crootttt, hwaaaaaaaaaaaaa *balada kakak mellow*

us

blog_sista2

blog_sista3

My dream family holiday winner!

Iseng-iseng ogut ikutan kuiz ‘My dream family holiday’ yang iklannya ada di majalah Disney Jr., parenting.co.id. Hadiah utamanya:

liburan sekeluarga ke Hongkong Disneyland
tiket pesawat PP
hotel Hongkong Disneyland 3d/2n 5

Hadiah hiburannya, berlangganan majalah Disney Jr. 6 bulan dan Disneyland merchandise.

Ogut ikut beneran iseng dan gag berharap-harap banget, secara yang ikutan bejibun, dengan foto keluarga yang bagus-bagus. Sementara foto keluarga ogut limited dan cuma bisa ikutan pake foto waktu liburan di Bali, back to years ago.

Cerita yang ogut kirim based on pengalaman pribadi. Kisah si Tim yang dulu selalu nyebut ‘Nicky Mouse’ setiap ditanya orang siapa nama panjang adik babynya. Cerita itu kemudian ogut kirim bareng foto ber-4. Dan kemudian masuk di meja penilaian Juri bareng ke 200an fot dan cerita keluarga lainnya. Yang lain, fotonya bagus2, baru2 dan banyak juga peserta yang mengirim lebih dari 5 foto bahkan ada yang sampai belasan.

Setelah kirim foto, terus terang kerjaan ogut tiap hari ngeliatin website penyelenggara. Melihat galery berisi foto-foto dan cerita baru dari banyak peserta lain. Tambah pesimis karena melihat foto keluarga yang bagus-bagus dan cerita yang variatif. Setelah lebih dari seminggu, ogut trus melupakan harapan untuk dapet hadiah salah satu pemenang.

Suatu sore, Ver si mommy cantik, whatzup ogut. Kira-kira beginilah isi percakapan kami :

Ver : Feb, kuiz disneyland siapa yang menang?
cks : waaah, gag tau Ver, kaenya udah ada pemenang tapi belum diumumin di website deh.
Ver : Gitu ya?
cks : Iyaaa, secara itu kan berangkatnya akhir November. Sekarang udah pertengahan November gitu. Mana mungkin lah belum diumumin by telepon
Ver : Iya juga sih ya … di pengumuman awal soalnya dikasih tau pengumuman pemenang tanggal 6 November. Ini udah tanggal belasan sih ya Feb
cks : Iyaaa …. biasanya sih pemenang ditelpon dulu, nanti last minute baru diumumin di website, buat formalitas ajaaaa
Ver : oh gitu ya Feb?
cks : Iyaa … tapiii, kalo rejeki mah gag kemanaaaa 🙂 Siapa tau besok gue or elu ditelpon sama Parenting kan?? Hehhehehe
Ver : hahahha …. oke deh Feb 🙂

Dan di sore berikutnya, dalam perjalanan dari kantor ke rumah. Tiba-tiba seorang sahabat yang lain memanggil saya lewat bbm chat.

Wien : Woiiiiii … congrats yaaa girl!! Gileeee, kesampean luuu ke Disneyland!!
cks : *setengah ngantuk, kaget dan bingung* Hah??
Wien : Iyaaaa …. lu menang tuuuh! Dapet ke Disneyland Hongkong! Nanti gue nitip boots yaaaaa 🙂 hehehe
cks : Yang bener lu Wien? Beneran gue? Koq gue gag ditelpon panitia??
Wien : Iyaaaaa … liat aja di website gih kalo gag caya’
cks : *langsung buru-buru buka inet pake samsung, dengan tangan gemeteran dan hati deg-deg-an kenceng banget! Inet dodol gag mau kebuka 😦
Wien : Nih, gue kirimin fotonya *langsung muncul foto dan cerita yang ogut kirim, jelas terpampang tulisan : Juara Utama

Wow!
Wow!

Blesssssss …. *bahkan sampe hari ini, ketika hadiah udah dinikmati, ogut masih exciting dan merinding2 kalo inget sore itu*Beneran ternyata … Thanks God!!!!

Langsung whatzup ke girlfriends, langsung save foto dan ganti display pic di bbm. Langsung say : Thanks God!! Langsung chat ke lovely sista buat infoin ke krucil di rumah. Langsung bbm Niel yang pas lagi tugas di luar dan cuma bisa baca chat sesekali kalo dapet signal … Pengen teriak, tapi malu karena di shuttle …. Daaaan, sepanjang sore itu, dalam perjalanan Cilandak – Kelapa Gading, cks cuma bisa senyam-senyum sendiri, gag berhenti menjawab ucapan selamat dari temen2 di bbm chat!

Speechless, gemeteran, gag bisa berehenti senyum sambil ngebatin bilang : Tuhan Yesus koq baik banget yaaa????!!

Bangkok trip, November 2013

Lagi suntuk dan bete dengan daily routines dan stuff, saat paling pas buat packing dan liburan kaenya. Berhubung lagi males mikir dan gag punya temen liburan, akhirnya saya iseng2 ikutan tour yang iklannya saya lihat di koran. 4d/3n Bangkok-Pattaya dengan biaya 3,987,000,- belum termasuk airport tax dan dinner, tapi udah termasuk hotel, pesawat PP, tour dan transport, plus 2x lunch. Cocok sama budgetnya, akhirnya daftar deh! Dari plan ber-2 temen lama, akhirnya kita malah jadi ber-6. Saya bawa 2 teman kantor, dan teman lama saya juga membawa 2 temannya yang lain. Since this will be my first Bangkok trip, sebelum berangkat, sempet tanya2 sama Nat yang keknya udah 2x ke Bangkok.

Berangkat dari Jakarta dengan pesawat sore. Karena tour guide baru akan menjemput as soon as we arrived Bangkok, disini, selain ber-6 kami belum bertemu dengan teman2 tour yang lain, yang khabarnya total 20 orang. Pesawat AA membawa kami tiba di Don Muang airport sekitar pukul 8 malam. Langsung dijemput oleh 1 bus besar berkapasitas 45 seat. Nice bus, nyaman dan luas. Kesan pertama ketika bertemu dengan Ali, tour leader kami, hmmm, rasanya sih kurang seru 🙂 but we’ll see, semoga itu hanya first immpression setelah perjalanan melelahkan 4 jam.

blog_bus

Oya, di bus, 20 peserta tour bertemu untuk pertama kalinya dalam formasi lengkap. Ada 1 keluarga dengan 3 anak, yang terkecil berusia 8 tahun dan merupakan peserta tour termuda kali ini. Ada 2 pasang suami istri, yang 1 usia late 40, yang 1 lagi di late 60. Ada 4 orang wanita, yang merupakan 2 tante dan 2 keponakan. Dan kami ber-6. Sepertinya semuanya terlihat nice 🙂

Malam itu kami dibawa ke hotel di Bangkok. Hotel Ratchada Resort, ternyata tidak seindah namanya. Hahaha, secaraaa pake embel2 resort, kirain mah gede gimanaaa gitu. Trus sebelum berangkat, saya sempet browsing ke websitenya dan it looks nice! Sampe sana, ternyata hotelnya sudah tuaaa banget. Komplain pertama, soal AC yang kurang dingin. Tapi dipikir2, toh hotel cuma buat tidur doang, gag penting juga bagus2 gimana 🙂 Lagian, udah bayar tour murah, masih mau ngarep yang tinggi2 :p huahahahaa

Hal pertama yang langsung kami cari sesegera menaruh koper adalah : Makannnn …. saya ngidem tom yum soup banget dari tadi. Udah kebayang2 dimatooooo dan diujung lidah dari tadi2. Jadilah kami jalan ke tempat makan yang banyak bertebaran di dekat hotel. Dan, yummmmm, semangkuk tom yum hangat menjadi makanan pertama yang masuk perut saya di Bangkok. Semangkok tom yum harganya 100 bath, alias gag nyampe 40 ribu 🙂 Eh, yg jagain toko di resto Tom Yum ini, ganteng trus berbodi okeh looh … sayangnya gag bisa bahasa Inggris 🙂 wakakkaa.

Day 2, setelah sarapan di hotel, kami akan tour keliling Bangkok hari ini. Agendanya, visiting Chaopraya river, Wat Arun dan 4 face Budha. Sempat singgah di jewerely shop -yang harganya amit-amit mahal banget- setelah muter2 gag jelas, cincin paling murah harganya 9 jutaan euy! Mending saya belanja di Frank & Co sajaaah :p hahahhahaa. sebelum pulang, kami mampir ke MBK, sejenis mangga dua gitu. Di dalemnya sih gag murah2 gimana. Sama aja harganya. Jadi, saya berhasil pulang tanpa membawa tentengan apapun 🙂 Selesai dari MBK, kami mampir ke Asiatique the riverfront untuk window shopping dan dinner. Disini waktu sepertinya berjalan cepaatttt banget. Belum puas jelalatan, udah harus kumpul lagi di meeting point 🙂

Setelah sarapan sekaligus check out di hari ke-3, untuk pindah hotel dari Bangkok ke Pattaya. Sepertinya kami akan berada di bus cukup lama hari ini. Tujuan hari ini, ke tiger zoo, untuk melihat pertunjukan buaya, tiger dan piglet 🙂 Perjalanan 2 jam melewati jalan lurus mirip jalan toll. Menurut saya, hari ini termasuk hari yang membosankan. Okelah, tigernya lumayan banyak dan sehat2, tidak seperti tiger di taman safari yang kurus2 dan tua2. Pertunjukan buaya, kurang keren, nilainya menurut saya 6 saja. Saya keluar tempat pertunjukan ketika tiger show berlangsung. Sepertinya main game di smartphone saya lebih menarik 🙂 Kelak, ketika saya ke Bangkok lagi, pastinya tempat ini akan saya coret dari itinerary 🙂

Selesai dari tiger zoo, perjalanan dilanjutkan ke sebuah resto untuk makan siang bersama. Restonya ada di hotel yang cukup ramai. Makanannya, so so lah, cukup untuk mengisi perut, tapi tidak terlalu special juga. Setelah kenyang, kami melanjutkan perjalanan ke Pattaya. Yesss … can’t wait to see the Lady boy show in Pattaya!!

Hotel di Pattaya lebih bagus daripada hotel di Bangkok. Kalau yang di bangkok nilainya 6, yang di pattaya nilainya 7.5 deh! Point tambahan saya berikan untuk luas kamar yang 2x lipat kamar sebelumnya, kamar mandi yang luas dan cukup comfy dan pastinya, untuk balkon yang menghadap pantai, yang merupakan tempat fave CKS dimalam dan pagi hari!! Disini saya betaaahhh berlama2, berdiam diri sambil melihat cahaya lampu yang berkelipan di malam hari. Mendengar suara ombak samar diantara dentuman music dugem di hotel2 sekitarnya. Dan membayangkan ada seorang cowok sekeren Vin Diesel or JDG *asal jangan kekurusan-request* yang menemani saya mengobrol sepanjang malam itu.
Di pagi harinya, belum lagi mandi, setelah bangun dari kasur nan empuk, cks langsung lompat ke balkon lagi untuk menikmati suara ombak pagi ditengah kicauan burung dan bentangan langit biru yang luasssssss ….
blog_pattaya beaches

Pattaya menurut saya tidak lebih indah dari Bali. Komposisi pantai diseberang hotel2 dan turis asing yang berseliweran di malam hari, benar-benar membuat saya serasa di Bali. Bedanya, di Bali, penduduk lokal hampir semuanya berbahasa ingggris. Di Bali, suasana adat lebih kental walaupun berpadu dengan modernisasi penunjuang disekelilingnya.

Overall, setelah 3 hari berada di Bangkok, saya merasa seperti berada di tanah air sendiri. Dengan warna kulit dan penampakan penduduk lokalnya, dengan varian makanannya, dan dengan cuaca yg sama panasnya dengan di Jakarta. Bedanya Bangkok dan Jakarta, ada ada sistem pemerintahannya. Disana, hal2 seperti pariwisata diurus dengan sangat baik. Beberapa tempat yang rasanya biasa-biasa saja, harus tetap dijual dan dimasukkan ke dalam agenda tour, kalau tidak, tour agent tersebut akan mendapat teguran dari atasan mereka. Di Jakarta, banyak tempat bagus yang malah seakan-akan terlupakan orang.

1 hal yang sangat saya suka dari trip saya ke Bangkok kemarin, adalah pertunjukan Ladyboy cabaret di Alcazar. Wow! Semua ladyboy tampak sangat cantik, seperti barbie! Saya seperti sedang berada di tengah kontes pemilihan putri-putrian. Keren!! Sangat menghibur dan saya mau nonton lagiiiii 🙂 wakkakakak

Tiba di hari ke-4, waktunya pulang ke Jakarta, setelah sempat menikmati pertunjukan gajah yang keren di taman luas bernama Nong Nooch cultural Village. Kami juga diajak belajar membedakan madu asli dan tidak di Honey shop. Tak lupa, kunjungan ke catuchak, yang merupakan special request dari para peserta yang hobby shopping.

Plan next time, ke Bangkok lagi bersama girlfriends, liat ladyboy show lagi, daannnn belanjaaaa lagiii 🙂

blog_bus background

blog_wat arun candi

IMG-20131126-WA0016

*dooh, lama gag ngeblog, koq jadi gagap mau pasang poto2 😥 nanti foto2 yang lain nyusul yaaaa 🙂 maaf kalo kurang representative nih postingan kali ini 🙂

Grand Royal Panghegar Bandung

Ke Bandung lagiiii!

Dan karena acara kumpul keluarga kali ini adanya di Hotel Grand Royal Panghegar, nginepnya juga sekalian di hotel ini. Sudah booking jauh2 hari, dengan advise dari reservasi staff yang kemarin melayani telepon saya, akhirnya pilihan jatuh pada Condotel, yang merupakan bangunan baru dari hotel ini.

Kesan pertama ketika pertama masuk ke hotel ini adalah : megah dan bagus. Ada resto MayStar, Alfamart dan beberapa toko kecil-kecil di lantai selevel dengan lobby receiptionist. Karena kemarin kami baru masuk hotel pukul 10 malam, dengan tubuh yang super lelah, saya langsung mengurus check in dan masuk ke kamar yang terletak di lantai 11.

Kesan pertama masuk ke kamar : luasnya lumayan, ada 2 twin bed yang didekatkan jadi 1. Ada small pantry yang lengkap dengan microwave dan penyedot asap *lupa namanya apa*. Ada sofa yang cukup nyaman untuk dijadikan ektra bed. Bahkan ada meja makan kecil dengan 4 kursi. Yang agak minus adalah, kamar mandi yang menurut saya sangat kecil, dengan bathtub dan kloset saja, tanpa wastafel dan cermin sama sekali. Mirip seperti 2nd bathroom gitu deh. Wastafel sendiri ada di luar kamar mandi, berseberangan dengan keran tempat mencuci piring.

Masalah mulai terjadi, ketika ac yang ada terasa kurang support. AC on dan off setiap beberapa waktu sekali, seperti dipasangi timer. Sampai kali ke-3 technician mencoba untuk memperbaiki ac tersebut, masalah belum bisa diatasi. Akhirnya, karena tidak tahan dengan suhu yang membuat kami berkeringat, jam 4 subuh, kami pindah ke kamar lain, yang ac-nya berfungsi, tentunya.

Appreciate dengan pihak hotel yang menyiapkan kamar pengganti untuk kami bisa pindah pagi-pagi buta itu, karena, selain kami sulit tidur karena kondisi kamar yang gerah, bolak-balik bangun karena tehnisi yang datang mondar-mandir, mana baru masuk hotel setelah perjalanan yang lumayan macet dan benar-benar butuh istirahat yang nyaman.

Yang mulai menyulut kejengkelan berikutnya adalah, ketika pihak hotel meminta kami untuk memindahkan semua barang ke kamar baru. Sementara, untuk pindah kamar saja, kami masih dalam posisi mata setengah terpejam, karena pindah ditengah waktu istirahat. Itu kan barang-barang yang sudah dibongkar dari koper, harus dikumpulkan satu persatu!! Lagian, alasan untuk memindahkan barang saat itu juga, apa ya?? Apa mungkin ada tamu lain yang mau check in subuh-subuh begitu???? Doooohhhh!!! Please dehhhhhh!!!

Appreciate juga dengan ijin dari pihak hotel untuk memberikan kami late check out hingga lumayan sore. Minimal jadi bisa tidur lebih lama, membalas tidur malam yang terganggu kemarin.

Kalau ada acara di Bandung lagi, rasanya saya prefer untuk menginap di hotel lain dibandingkan di hotel bintang 4 yang harganya juga tidak murah ini.

* Kolam renang : bagus dan cukup luas, bentuknya persegi, jadi bisa untuk swim bolak-balik instead of cuma berendam2 saja.
* breakfast : kurang ok, menunya lumayan variatif tapi rasanya hanya so so cenderung tidak enak.

Miss World 2013 @Bali, Indonesia

Ada yang nonton opening ceremony Miss World 2013 semalam?
Saya nonton, dan saya kagum sekali melihat lebih dari seratus kontestan yang semuanya cantik-cantik, tinggi-tinggi, pede-pede, WOW deh pokoke!

Kebetulan Indonesia mendapat kehormatan untuk jadi tuan rumah Miss World 2013 ini. Dan Bali -yang rasanya kadang lebih terkenal dari Indonesia sendiri- adalah tempat diadakannya event akbar tersebut. Dengan adanya pemilihan Bali ini, komentar dari beberapa peserta as soon as mereka tiba di Bali adalah : a very beautiful place, friendly people. Well, hope you enjoy your visit, girls 😉

Standardnya kontes pemilihan ratu sejagad, isinya melulu perempuan cantik yang langsung terlihat sesegera kita melihat mereka dengan dress keren, berjalan diatas panggung pemilihan. Tapi cantik luar ini, juga harus ditunjang dengan isi kepala dan inner beauty, yang biasanya baru terlihat ketika mereka berbicara atau beraktifitas dengan sesama.

Bagian yang paling bikin saya tidak bisa mengalihkan pandangan dari layar tivi semalam adalah, bagian pertama, ketika seluruh kontestan dari seluruh negara peserta dipanggil dan diperkenalkan satu-persatu. Kontestan yang langsung menarik perhatian saya, seperti biasa adalah dari Brazil, Mexico, china, korea, dan masih banyak lagi. Sepertinya ada lebih dari 10 yang saya LIKE semalam 🙂 hahahhaha.

Dari Indonesia sendiri, menurut saya dari segi fisik, masih kalah dari kontestan dari negara lain yang rata-rata tingi besar dan posturnya sangat ‘perempuan’ a.k.a : sexy. Sebagai orang Indonesia, pastinya saya menjagokan wakil Indonesia. Apalagi, juara Miss World 2012 kemarin, adalah orang asia juga, alias dari China.

Oya, satu bagian lain yang juga cukup membuat mata saya tidak bisa tidak beralih dari layar tivi, adalah bagian dimana seluruh peserta mengenakan pakaian daerah dari Indonesia, Barat sampai ke Timur. Lucu, terharu dan bangga, melihat pakaian adat Bali, Kalimantan, Jakarta, kain warna-warni yang biasanya terlihat dikenakan anak-anak kecil di hari Kartini atau hari kemerdekaan RI, semalam dikenakan oleh perempuan cantik berambut blonde, coklat, bermata biru, berhidung mancung, WOW!

Angkat jempol untuk MNC yang merupakan penyelenggara perhelatan ini. Mendatangkan ratusan tamu asing ke Indonesia, bukanlah perkara mudah. Urusan membantu mereka mengurus letter of invitation untuk visa, mengurus tiket dan akomodasi mereka, pakaian yang harus dikenakan, acara selama di Bali, belum lagi, harus berhadapan dengan kontroversi dari beberapa massa yang kontra dengan acara yang dianggap ‘kurang menonjolkan adat ketimuran ini’. Well, bukannya menghakimi, tapi menurut saya, ini sepertinya, sebagian orang yang berpikir terlalu sempit, yang bukannya bangga negaranya mendapatkan kesempatan untuk ‘terlihat’ di mata dunia, tapi malah melihat dari sisi lain. You know what i mean, rite? Gag mau bahas itu ah, nanti malah dapet komen2 gag penting lagi :p

Room for improvement? Tentu ada 🙂 Acara opening kemarin, kurang menonjolkan para peserta. Yang ditonjolkan adalah performance dari jebolan Idol dan Xfactor Indonesia. Lebih terlihat seperti kontes menyanyi yang dipindahkan ke perhelatan Miss World. Well, 2,3 – 5 lagu, masih oke lah. Tapi kemarin sepertinya, hampir setelah jeda iklan, diisi dengan nyanyian.

1 lagi yang menurut saya kurang, adalah pemilihan host. Well, entah karena saya kurang suka dengan host yang semalam, atau memang menurut yang lain, host yang semalam memang kurang? Menurut saya, dari segi pemilihan pertanyaan spontan, host pria semalam kurang ‘smart’ … terlihat sangat ‘sekia’ alias kurang formal. Dengan balutan acara yang sangat mendunia dan semua tamu yang hadir adalah undangan yang cukup terhormat, host pria terlihat kurang memberikan pertanyaan yang wokeh. Mungkin saya memilih Ferdi Hasan atau Erwin Parengkuan, atau Choky Sitohang, ketika ditanya siapa host yang pantas membawakan acara yang bertaraf Internasional ini. Host wanitanya? ada Tamara Geraldine, Becky Tumewu, Indi Barends or beebrapa jebolan Putri Indoensia, Wajah Femina, dan kontes sejenis, yang mempunyai bahasa inggris yang baik.

Untuk bahasa, karena kemarin adalah event bertaraf internasional, saya heran, kenapa bukan bahasa Inggris yang dipakai secara keseluruhan, dan di translate ke bahasa Indonesia, tapi malah sebaliknya. Bukan sok kebarat-baratan or gimana, menurut saya, sudah waktunya Indonesia mulai menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa utama. Kalau tidak, kita akan ketinggalan terus dibanding beberapa negara tetangga yang sudah maju duluan dengan pengguanaan bahasa inggris mereka disamping bahasa sehari-hari, seperti Malaysia dan Singapore.

Sukses untuk acara final Miss World nanti …. semoga event ini benar-benar bisa mengenalkan Indonesia lebih lagi ke dunia luar. Miss World 2013, bring Indonesian beuaty to the world 😉

Galau!

Adalah sebuah cerita dari si Etha, minggu lalu. Dia bbm ogut dan cerita :

‘Mbak, ada cerita lucu. Tim bilang, temennya ada yang suka sama dia. Manggil dia sayang lagi!’

Wah, my baby boy is a big boy now! Itu aja yang ada di pikiran ogut. Gag mikir jauh-jauh, aneh-aneh. Well, sedikit anggap remeh.

Weekend kemarin, Tim bisik-bisik ke papanya, ketika kami sedang menghabiskan waktu lunch kepagian bersama, di bakmi karet kesukaan Tim.
Katanya : ‘Pa, jangan bilang-bilang ya … temen Timmy ada yang suka sama Timmy loh. Trus panggil-panggil sayang lagi.”

Papanya cuma senyum-senyum, sementara mamanya udah mulai senyum-senyum mikir.

Katakanlah, saat itu, si mama gag rela, anak laki-lakinya yang masih bau kencur udah harus berhadapan dengan cewek-cewek bau kencur juga, diluar sana. Tapi waktu itu, walau udah mulai galau, ogut masih bisa senyam-senyum lirik-lirikan sama papa Tim.

Di rumah, iseng-iseng ogut pinjem bb si Tim. Udah minta ijin ke yang punya, berarti mama gag curi-curi dong yaaa baca chat anaknya. Jeng jeeeeeengggg … udah mulai kaget, koq sebagian besar contact di bbm Tim, itu anak-anak perempuan. Well, ada anak laki-lakinya juga sih. Cuman yang lebih banyak chats-nya, ya anak perempuan. Salah satu chat yang paling atas, lebih menarik lagi karena isinya belum-belum udah bikin mama Tim melotot deg-deg-an.

Mau tau gag isinya apa????

Thank you! Makasih sayang udah kasih aku tekateki love you ayyyyy *icon kiss* … geser lagi kursornya keatas ….
Gua pacar km yang kedua katanya si jesica dia yang pertama ya? *icon cemberut* …. geser lagi keatas ….

– S : Lu mau jadi pacar guaa?
T : Kita bahasnya kalo udah gede aja yaaa
S : Ga lu mau jadi pacar guaa ga? PING!
T : Eh kita ini masih kecillll tauuu masa udah main pacar pacaran *icon ketawa sambil angkat mata*
S : Gpp kan cuma cinta monyet

Nah loh!!!

Dannnn, sebagian chat lagi yang isinya kurang lebih mirip dengan chat anak SMP-SMA yang lagi pacar-pacaran.

Tiba-tiba ogut galau!! Dari cuma senyam-senyum lucu, mikirin Tim yang dilirik sama temen-temen perempuan di skulnya, sampai akhirnya beneran deg-deg-an, melihat betapa agresifnya si anak perempuan ini. Dia kirim fotonya, dia kirim voice note, suara nyanyiannya yang pastinya fals dan gag jelas :p hahahhaha …

Chat ini termasuk lumayan intensif. Beberapa isinya seperti :

kamu sudah makan belum?
makan dulu gih, nanti sakit ….

Mengingatkan ogut, jaman ogut dulu punya pacars (kan gag cuman 1 yaaa … jadi dipakein s’ deh 😉 ) Tapiiiiiiii … dulu kan ogut waktu ngomong sok perhatian gitu, waktu ogut udah SMA!! Or bahkan kuliah!!

Sooo, what should i doooo???

Pastinya sih, ogut akan terus awasin chat bbm-an si Tim. Papa Tim bilang, harus sering-sering ajak Tim ngobrol juga. Secara si Tim ini masih polos pisan … kita bahkan deg-deg-an sama ke genitan si Nick. Si Tim maaah, abis mandi aja masih suka lelarian keluar kamar mandi tanpa malu *tepok jidat!!* Lagian kaan, Tim baru 9 taooonnn …. lagian kan, masih SD!!! Lagian kan …. dooooh, itu anak perempuan pada belajar darimana siiiihhhh berkata-kata sayang gituuu???

#Setelah posting di instagram buat dapet pencerahan dan malah dapet cela-celaan dari tante & om temen mama galau
#khabarnya, ada 6 orang cewek yang berebutan si Tim *tepokjidatlagi!!

Sooo, what should i doooo?? Udah waktunya buat ngadep ke guru sekolah belum sih?? Nanti dikira mama lebay lagi??? Hellppppppp

Ibis Trans Studio Update + BSM/TSM info

Setelah beberapa waktu yang lalu saya sempat membuat postingan tentang hotel ini, kemarin saya kembali menginap di hotel Ibis Trans Studio Bandung.

Kali ini, saya ingin kembali berkomentar mengenai hotel ini.

Masih, hotel ini masih termasuk yang saya rekomendasikan, untuk teman-teman yang butuh refreshing atau ada keperluan di kota Kembang, tapi tidak punya banyak waktu untuk kesana dan kemari ataupun tidak punya kendaraan (dan terlalu malas untuk menggunakan public transportation) untuk kesana dan kemari.

Update seputar hotel, kenyamanan hotel kadang menjadi sedikit terganggu karena kartu yang digunakan untuk pass code ketika kita naik ke lantai menggunakan lift, terkadang tidak bekerja. Kemarin, sempat beberapa kali kami terpaksa bolak-balik ke front desk, untuk mengecek access kartu tersebut. Sebuah point yang cukup menarik di hotel ini adalah, ke-konsistenan-nya dalam mendukung program hemat energi-hemat biaya, go green, terlihat dari system electricity yang mereka gunakan. Nyala lampu di kamar mandi kamar sering terlihat meredup beberapa saat sebelum kemudian normal kembali.

Ketika mencoba toilet yang berada di dekat resto tempat breakfast, saya kaget mendapati bahwa kamar mandi tersebut terlihat gelap gulita. Sempat ingin protes ke depan, tapi karena sudah kebelet pipis, saya langsung nyelonong masuk. Untung saya bukan termasuk type yang takut gelap. Eeeh, begitu masuk di dalam area wastafel, tak berapa lama lampu nyala secara otomatis. Itu juga yang terjadi ketika saya masuk ke area toilet (closet). Ketika saya di dalam toilet (yg individual), lampu di area lobby toilet yang ada wastafelnya otomatis off. Lampu baru on kembali ketika saya berada di depan wastafel. Sensornya ok loh 😉 Boleh juga di terapkan di rumah untuk yang malas atau suka lupa mematikan lampu terutama. (bahkan hal tersebut tidak saya jumpai di hotel2 berbintang 5 lainnya, yang mungkin masih menggunakan sistem lampu model lama). Good point!

Update lainnya adalah seputar mall yang menempel dengan hotel Ibis ini. Kalau waktu kunjungan pertama dulu saya tidak sempat meneliti isi mall satu persatu, kemarin saya sempat mengabsent, apa saja yang ada di dalam mall yang dulu bernama Bandung Super Mall tapi sekarang sudah berganti nama jadi Trans Studio Mall ini.

Segala jenis brand, dari yang biasa-biasa sampai yang high class ada. Dari tas murah sampai tas brand seperti Tods, ada disini. Butik fashion juga lumayan lengkap. Dari yang fave saya seperti Mango, Levis, dan banyak lagi. Ada juga Metro dept. Store disini. Ada toko-toko elektronik, dan salon untuk melakukan perawatan rambut. Butik kosmetik seperti Body Shop, L’occitane juga ada. Ada travel agent, XXI, dan karaoke keluarga 🙂
Untuk resto, lengkap dari Wendys, AW, Kafe Betawi, Takigawa, Sushitei, chinese food resto, western resto, Ducking, dll. Ada breadtalk, bakerzinn, Jco dan es krim Baskin Robins + Hagen Dazz …. Starbcks dan beberapa tempat nongkrong juga ada. Ada Jonas studio di lantai atas, sejajar dengan bioskop dan karaoke. Lengkap!

Mall ini sangat strategis. Diapit 2 hotel ternama, Ibis Trans Studio dan Trans Luxury hotel yang berbintang 6, Diisi juga dengan trans studio playground yang ternama itu. Dari sekian banyak brand terkenal dan lumayan terkenal, mahal dan lumayan mahal, ada satu hal yang membuat saya cukup tercengang …

Ada kotak coin dan karcis yang diperuntukkan bagi mereka yang ingin menggunakan toilet. Alias, ke toilet harus bayar Rp. 1,000,- rupiah?!
OMG, trus koq saya jadi berasa di toilet terminal yaaa?? Apakah mall ini tidak cukup menggaji rekan-rekan yang bertugas menjaga kebersihan toilet? Atau ini atas inisiatif mereka sendiri, untuk tambahan penghasilan? Waaaah …. sepertinya management harus segera melirik hal ini, supaya citra mall keren yang berkelas tidak rusak hanya gara-gara pungutan toilet …. just a thought 😉