Lagu anak jaman sekarang

Inget gag sama lagu Abang tukang bakso yang dinyanyiin sama Melisa? Liriknya kurang lebih seperti ini :

Abang tukang bakso, mari mari sini, aku mau beliii …
abang tukang bakso, cepet dong kemari, sudah tak tahan lagiii
1 mangkok saja, 200 perak, yang banyak baksonya …
tidak pake saos, tidak pake sambel, juga tidak pake kol …

Or lagu anak jaman lebih jebot lagi, yang kira-kira liriknya seperti ini :

Aku punya anjing kecil, kuberi nama Helly,
dia senang bermain-main … sambil berlari-lari.
Helly, guk guk guk … kemari, guk guk guk … ayoo main lagiii

Daaaaan …. tibalah kita di tahun 2000an … dengan kemajuan tehnologi diberbagai bidang, sampai pada kemajuan pada unsur lagu anak-anak. Kalo gag percaya, coba lihat lirik lagu yang ini :

Kamu buat aku tersipu buatku malu-malu
Saat bersamamu, saat ku sapa dirimu
Aku kok merinding buluku, kok jadi gugup aku
Saat bersamamu, saat kau senyum padaku

Mungkin inilah rasanya rasa suka pada dirinya
Sejak pertama aku bertanya facebook-mu apa nomermu berapa
Mungkin inilah rasanya cinta pada pandang pertama
Senyuman manismu itu buat aku dag dig dug melulu

Nanti aku follow twitter-mu aku tunggu retweet-mu
Agar aku tahu sukakah kamu kepadaku

Yeah cuma kamu cuma kamu yang bisa membuatku
Tidur tak tentu memikirkanmu pujaan hati
Oh kamu cantik sekali
Oh tuhan aku hanya ingin dia tahu
Kau lucu kau sangat lucu

Hmm … kira-kira, lagu dengan unsur suka dan cinta ini, sebenarnya lebih pas ke segmen remaja. Usia sekolah menengah keatas deh. Sayangnya, anak-anak usia 5-6 tahun, sekarang sudah bisa melagukan nyanyian ini dengan fasih! Tidak tahu, apakah mereka tahu apa arti lirik lagu tersebut atau tidak, tapi yang jelas, Nicky bisa menyanyikan lagu ini dengan mimik wajah yang sangat meyakinkan!

Kemajuan jamankah namanya? Tidak ada lagikah lagu dengan unsur anak-anak yang laku di jual?

*tiba-tiba tertarik membuat album lagu anak yang khusus untuk anak-anak*

My 1st field trip to Offshore

Minggu lalu, saya mendapat kesempatan untuk ke offshore. Ini adalah field trip kedua cks, setelah tahun lalu saya diajak untuk trip ke onshore. Bedanya trip kali ini dengan trip tahun lalu : kalau yang ke Onshore, tentu saja setelah menempuh perjalanan Jkt-Jambi dengan pesawat, perjalanan lanjutan ke camp ditempuh dengan mobil beroda besar. Pesawatnya pesawat Garuda Indonesia. STD. Selain rute offroad yang mirip-mirip sama perjalanan naik kuda, pengalaman menginap di camp dan lain-lainnya kira-kira bisa ditebak, walaupun tetap seru, pastinya.

Kalau yang kali ini? Selain saya harus naik pesawat baling-baling kecil yang berangkat sebelum pukul 5 subuh, saya juga harus melanjutkan perjalanan dengan chopper daaaaaan, tinggal di tengah laut dengan bumi yang bergoyang-goyang, apalagi dengan kondisi ombak yang sedang tinggi-tingginya seperti sekarang ini.

Perjalanan dimulai pukul 2.30 pagi. Saya dijemput driver kantor, menuju bandara Halim Perdana Kusuma. Setelah check in, bagasi naik timbangan, orang juga naik timbangan untuk mengukur beban pesawat supaya tidak berlebih. Haahahaha, untuuung udah diet, malu kaan kalau harus menyebutkan berat badan yang berattt didepan crew airlines dan penumpang lain!!!

Next, karena ini pesawat charteran perusahaan kami, wajah-wajah penumpangnyapun familiar. Sebagian teman satu departemen, teman dari service company dan departemen lain. Karena ini trip ke offsore saya yang pertama, sambil menunggu waktu boarding, cks sibuk mereka-reka, seperti apa perjalanan dan keseruan disana nanti.

Waktunya naik pesawat, saya dan 30an penumpang lainnya duduk di pesawat baling-baling dengan kursi kiri dan kanan, masing-masing untuk 2 orang. Pesawatnya bukan seperti pesawat marinir/hercules, seperti yang saya bayangkan di awal. Pesawat biasa, dengan ukuran jauh lebih kecil. Di dalam, ada 2 pramugari yang mengenakan seragam dengan celana panjang. Diawali dengan cara take off yang agak berbeda, pesawat running lebih lama dan ketika take off terlihat lebih berat daripada penerbangan biasa. Kita juga bisa melihat daratan lebih lama, karena ketinggian yang ditempuh sepertinya tidak setinggi biasanya. Penerbangan ke Matak, ditempuh dalam waktu 2.5 jam. 1.5 jam pertama setelah peragaan alat keselamatan, penumpang dibiarkan istirahat. Maklum, diluar masih gelap 🙂 Satu jam terakhir digunakan para pramugari untuk membagikan makanan dan minuman, membiarkan penumpang sibuk dengan makanan mereka dan tak lama mengumpulkan bekas makanan. Tak lama dari itu, terdengar pengumuman bahwa sebentar lagi pesawat akan mendarat. Whoaaa! Landing sedikit membuat saya mual, lagi-lagi karena pesawat kecil berbaling-baling ini membuat penumpang benar-benar merasakan efek pergerakan pesawat. Thanks God, kami tiba di Matak sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.

cks and flight

Sampai disana, kami mengambil bagasi, lalu antri untuk ambil boarding pass berbentuk selempeng plastik agak tebal berbentuk persegi panjang. Setelah itu, menunggu sekitar 2 jam sebelum akhirnya bisa duduk manis di helikopter. Oya, sebelum naik ke helikopter, para penumpang terlebih dahulu dikumpulkan di satu ruangan untuk mengikuti safety briefing. Disana diajarkan bagaimana cara menggunakan perlengkapan keselamatan yang benar. Apa saja perlengkapan keselamatan yang ada di dalam chopper dan cara menggunakannya, samapai pada bagaimana cara keluar dari chopper dalam keadaan darurat.

Chopper dalam bayangan cks, adalah chopper berisi 5-6 orang, tidak berpintu, seperti yang sering saya lihat dalam fil The A-Team dulu. Ternyata, chopper yang kami naiki, berkapasitas 12 penumpang + 2 pilot. Kursi penumpang bersusun 3 baris, dengan isi 4 orang per deretnya. Didalam, selain harus mengenakan sabuk pengaman yang berbeda dari sabuk pengaman di mobil, kami juga harus mengenakan earprotector, supaya telinga tidak terganggu dengan suara keras dari chopper.
Chopper2

30 menit kemudian, setelah melintasi lautan luas, takjub sambil terpesona melihat pemandangan di bawah sana, chopper mendarat di platform tujuan. Wow, here we are! Mendarat di helipad, kami disambut beberapa orang crew yang membantu menurunkan penumpang dan barang-barang. My trip just started!!

Disana, layaknya ada di kapal, bumi terasa sedikit bergoyang. Kurang istirahat dari semalam sebelumnya, ditambah kondisi tubuh yang lelah setelah perjalanan kurang lebih 3 jam, membuat cks sedikit mual. Yep, saya seasick dan ingin buru-buru pulang setibanya disana!

Sebelum masuk ke kamar, kami diberikan safety briefing kembali. Apa-apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, dimana tempat berkumpul dalam keadaan darurat, serta berbagai contoh alarm dan artinya. Saya berada di lokasi pekerjaan yang menuntut standard awas diri yang tinggi, karena salah bertindak bisa membuat saya mencederai diri saya sendiri atau bahkan membahayakan nyawa orang lain.

Kapal yang saya diami terdiri atas beberapa level. Turun dan naik ke tiap levelnya dilalui dengan tangga. Ada ruang kerja, kamar tidur, ruang makan, ruang olahraga, ruang rekreasi, dan tentu saja diluar ruangan, sejauh mata memandang lautan luas membentang. Cool!!

Hidup di tengah lautan luas, membuat teman-teman yang bertugas disini menjadi sangat disiplin. Mereka mulai bekerja sejak pukul 6 pagi. Ada waktu breakfast, snack time, lunch, snack time, dinner dan supper untuk mereka yang bertugas malam hari. Di ruangan makan, layaknya resto yang beroperasi hampir seharian, kita bisa menemukan berbagai pilihan makanan yang disiapkan khusus oleh chef dan teman-teman dari catering. Ada menu lokal, ada juga menu western. Ada televisi besar, yang menemani teman-teman yang beristirahat sambil makan.

Makan teratur, setelah makan, masing-masing orang mengangkat piring makan masing-masing. Membersihkan sampah makanan. Ada tempat khusus untuk makanan sisa dan kertas/tissue. Setelah piring kosong, baru kemudian diserahkan kembali ke petugas katering untuk dicuci. Oya, selain makanan utama, ada buah, kue2, es krim sampai juice buah dan susu segar yang disediakan setiap hari. Gag pusing keluar uang untuk jajan, bisa makan sampai kenyang sepuasnya disini. Benar-benar perbaikan gizi!! Hahahhahaa

Setelah sedikit mengisi perut, saya dan 3 teman dari Jakarta lainnya, masuk ke kamar untuk beristirahat. Karena hanya 2 orang wanita yang ada di trip ini, kami mendapat 1 kamar untuk berdua. Kamar lain diisi 4-6 orang/kamarnya. Di kamar, ada ranjang susun, meja kerja, telepon dan kamar mandi.

3 hari merasakan pengalaman bersama teman-teman di Belanak FPSO, senang dan watta great experience for me. Saya berkesempatan melihat-lihat lokasi tempat minyak dan gas diproduksi. Jadi tau rasanya, berada jauh dari keluarga, hanya ada teman sekerja yang kita temui pagi-siang-malam. Selain melihat laut, hiburan selama disana cuma televisi & makanan 🙂 hahahahhaa

Setelah ingin segera pulang di hari pertama, di hari ketiga, ketika waktunya pulang, saya malah merasa sayang harus mengakhiri trip ini. Thanks God for the great experience!! Terimakasih teman-teman di Belanak, yang sudah sangat membantu selama kami ada disana 😉 See you soon!! hahahahha
fly in Helipad

3_

cks

Ibis Trans Studio Hotel

Tahun baru kemarin, saya berkesempatan menginap di salah satu hotel yang bersambungan langsung dengan mall di Bandung. Hotel yang mempunyai banyak cabang, hampir di setiap kota ini, kebetulan termasuk hotel baru di kota kembang ini. Bagusnya nginep di hotel baru, well, semua-semuanya masih baruuu tentu saja.

Pertama kali masuk ke lobby hotel untuk check in, kesan pertama saya : watta crowded lobby. Ya, mungkin karena event akhir tahun, hotel jadi sangat penuh dengan orang-orang dari luar kota, termasuk Jakarta tentu saja. Pelayanan dari staff hotel cukup baik, bahasa inggris mereka juga bisa diacungi jempol. Kebanyakan tanggap dan cekatan. Tidak semua hotel memiliki petugas di depan seperti yang saya sebutkan diatas.

Selesai check in proses, kami naik lift yang hanya bisa dioperasikan dengan kunci kamar, dan hanya bisa mengakses lantai sesuai dengan kunci kamar. For secure reason, kata petugasnya, waktu saya tanyakan alasannya. Karena hotel Ibis cenderung identik dengan ukuran kamar yang kecil, maka saya sudah menyiapkan diri untuk melihat ukuran kamar 4L, ketika tahu akan tinggal di hotel ini. Tapi, kesan pertama ketika saya membuka pintu kamar, ukuran kamarnya tidak bisa dibilang terlalu mini juga. Masih ada sofa kecil dan meja tempat menaruh laptop dan perkakas lainnya. Masih ada space tempat menaruh koper. Lemari gantungan pakaian, televisi layar datar dan lemari pendingin kecil, lengkap.

Mungkin yang bisa dibilang agak mini adalah kamar mandinya. Kamar mandi yang terletak agak menyudut, mungkin di buat dengan sisa space yang ada. Ada wastafel dan kaca penyekat untuk pembatas supaya ketika mandi, air shower tidak mengenai area kloset. Tapi karena tempatnya kecil dan karet penutup pintu kurang rapat, setiap mandi, pasti seluruh area kamar mandi jadi becek, karena air keluar dari sudut shower ke arah luar. Kamar mandi yang kecil ini juga membuat pintu hanya mungkin dibuka ke luar, tidak ke arah sebaliknya.

Setelah kamar dan isinya, kamar mandi dan perlengkapannya, yang penting lagi dibahas dalam sebuah hotel adalah : makanannya 🙂 Area makan yang cukup luas, bisa menampung hingga lebih dari 100 orang. Makanan Indonesia, roti-roti manis, susu, cereal, egg station – yang selalu jadi tempat favorite Tim Nick. Komen lidah cks tentang makanannya, hmm, not too bad. Roti gandum yang mirip roti coklatnya, lembut dan yummi! Apalagi kalau dimakan dengan butter dan selai stoberi andalan cks. Bubur ayamnya kurang cocok dengan selera saya. While, tempat buah-buahannya, agak kurang. Buah2 potong bercampur jadi satu, sebagian agak bonyok, karena di taruh di piring besar yang agak cekung. Makanan prasmanan bukan merupakan pilihan favorit saya ketika breakfast, jadilah saya tidak bisa berkomentar banyak, selain so so. Coffee & tea station dengan mesin otomatis yang bisa dioperasikan sendiri dengan mudah. Hot black coffee dengan roti gandum selai stoberi, Yuummmm!!!

Setelah mandi dan bersiap-siap, tamu hotel bisa langsung ngemall karena hotel Ibis Trans studio Bandung berbatasan langsung dengan Bandung Super Mall yang isinya sangat modern, kira2 mirip dengan Plaza Senayan kalau di Jakarta. Buat yang tidak punya agenda keliling Bandung, adanya mall yang *meminjam istilah Nattever* selemparan kolor saja, pastinya sangat menguntungkan. *apalagi buat anak mall seperti cks!!*

Untuk yang ingin main ke Trans Studio, hotel ini juga merupakan pilihan yang cukup baik, pastinya. Karena Trans studio terletak di Mall BSM. Mobil bisa diparkir di mall, tidak terlalu jauh kan?

Maaf sekali, kemarin saya baru ingat untuk mengambil foto ketika kamar sudah dalam keadaan ditempati. Jadilah, foto kamar kurang layak tampil disini 🙂 Kalau masih penasaran dengan penampakan kamarnya, silakan langsung browsing sendiri yaaa 😉

Overall, dengan harga 600-an (harga bisa naik dan turun, tergantung season), hotel ini cukup recommend untuk pribadi ataupun keluarga 🙂

Weekend Gateway with Femina & Sariwangi – part 3

Hadeh, bukan bermaksud memotong2 cerita looh … Keknya cerita semalem enakan ditutup buat dibuka lagi pagi ini 🙂

Setelah acara berkesan semalam, paginya kami berkumpul lagi di taman hotel untuk Yoga bersama pasangan. CKS bangun telat euy!! Buru2 gosok gigi dan ganti baju + menyambar kacamata hitam 🙂 Lumayan, masih dapet 2 gerakan terakhir … wakakkakakk

Setelah yoga, kami breakfast. Makan buah yang banyak, biar seger dan kenyang … biar perut siap buat menerima hidangan makan siang nanti 😀 Kelar breakfast, naik kembali ke kamar untuk mandi dan siap2 check out. 

Jam 9, kami sudah duduk manis di bus, siap2 melakukan perjalanan ke Ubud. Waktu perjalanan kurang lebih 2 jam, dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk : Tiduuurrr 😀 wakakkakakakk

Tiba di Ubud, kami masuk ke sebuah resto merangkap kebun, Warung Pulau Kelapa. Disini, kita melakukan garden trip terlebih dahulu sebelum makan. Garden trip? Yep, bareng chef, kita terjun ke kebun luas berisi bermacam-macam tanaman. Mulai dari sayur mayur, buah, sampai ke bumbu dapur. Disini, kita bebas memetik sayur yang ingin kita olah dan makan. Chef juga menjelaskan nama-nama sayur dan manfaatnya yang beragam. Tidak hanya sayur lokal, tapi juga banyak tanaman yang bibitnya diambil dari luar negri loh!

Kelar berpanas-panas ria, menjadi petani sejenak, kami kemudian makan siang dengan menu yang segar, fresh from the garden! Semua makanan berbumbu nikmat, tidak mengandung msg dan sehat! Ada ikan masak cabai, ayam bumbu rujak, gado-gado siram, tumis daun pakis, yummi!

Selesai makan, acara dilanjutkan dengan perjalanan ke Legian. Disana kami mampir di pusat oleh-oleh untuk membeli buah tangan. Karena cuma mengincar pia Legong dan baju barong untuk Timmy, cks hanya sebentar berputar2 di dalam, dan kemudian duduk manis di kursi luar. Pia legong incaran, ternyata habis 😦  Peserta lain rata2 keluar dengan tentengan di kanan kiri. Malah ada yang sukses belanja 2 dus besar loh! *lirik Dheni-Doni*

Selesai dari Krisna, kami lanjut ke Cacoon resto. Resto mewah yang isinya rata2 orang asing *yaiyalaaah, di Bali semua resto isinya orang asing dul!* Ngapain disana? Yaaa makan lagi!! We call this early dinner. Menu barat, yang diawali dengan cream sup, daging yummi yang dialasi dengan roti, dan kue yang nikmeh banget buat dessert. Yes, diet saya terancam gagal!!

Selesai early dinner ditemani sunset, kami bergegas ke bandara. Yes, the honeymoon will be over soon 😥   Happy bisa pulang ketemu sama anak-anak lagi, tapi terasa kangen dengan kebersamaan team ini, walaupun belum betul2 berpisah.

Buat teman2 semua, till we meet again yaa … Senang sekali bisa berkenalan, bisa berbagi dan bercerita bersama kalian! *hugs*

  • Eko dan mba Astri, si pengusaha kuliner yang berhasil, moga2 tambah sukses usahanya, dan segera dikasih kado momongan yang bisa jadi penambah kehangatan kalian
  • Eka & mas Barqil, pasangan pintar yang kompak, @mba Eka, kapan2 aku mau buat baju seperti dress mu malam itu aaah mba 😉
  • Cecilia & Hendri, si pasangan kompak yang tak terlihat sudah berbuntut 3! Tetap cantik & eksis ya Cil 😉
  • Erni & mas Amin, moga2 nanti pas ketemu lagi, momongan udah nambah ya mba 😉
  • Doni & Dheni, pasangan paling kumpak! Aku suka liat gaya seru kalian berdua, yeeeeiii!!
  • Shelvy & Arief, yang selalu beruntung menang kuiz dan bisa jalan2 gratisan terus
  • Kiki & Iwel, hehehe, moga2 Kiki gag digombalin terus ya Ki 😉 Sukses terus mas Iwel! waakkakakak …
  • Santy & mas Julius, pasangan yang saling melengkapi, dua2nya kompak, tinggi 🙂
  • Widi & Dwi, thanks buat sharing dan tipsnya. Iri melihat kemesraan kalian!! Moga2 nular yaaa 😉
  • Wieny & Dimas, teman seperjalanan yang sangat menyenangkan, lucu dan seru!

Teman2 Femina, mba Eka, Milla, Sari, Novi, mas Kiky, mba Pipi, thanks buat acaranya yang unforgettable ini. Bravo buat kerapian acara ini! Salut untuk kalian semua!!

Sampai di Jakarta dengan selamat, sebelum pulang, kembali kami mendapat kejutan manis dari Femina! Sekotak coklat berisi coklat berbentuk hati, full of  love signs … Sooo sweet!!

Kembali ke rutinitas kami, hopefully pengalaman ini bisa membuat kami, para pasangan sibuk ini, makin dekat di hari-hari mendatang.

Thanks God for the great experiences, for the great new friends!

 

Weekend Gateway with Femina & Sariwangi – part 2

Hoho, iseng bener yaak, cerita diputus pas lagi seru-serunya?!

Balik ke acara dinner romantic yang udah disiapkan special sama team Femina. Setiba di tempat dinner, kami disambut oleh teman-teman dari Femina, termasuk mbak cantik pemimpin redaksi Femina, Mba Petty S. Fatimah. Wow, surprise banget, karena selain bakal ditemenin sama psikolog ternama, Roslina Ferauli, ternyata pimpinan majalah Femina juga datang menemani kami dinner malam itu.

Setelah semua pasangan duduk manis di meja, mas Ferly membuka acara dengan mengundang mba Petty untuk memberikan speech. Ternyata acara weekend gateway di Bali tersebut adalah acara pembuka dalam rangkaian Ulang tahun Femina yang ke 40. Bravo buat Femina!!

Setelah mba Petty speech, acara dinner dimulai. Makanan appetizer, main course, dan dessert dari Hotel Pullman dihidangkan. Bentuknya keren2, di tata ala hidangan set menu hotel pada umumnya. Ada sup, meat, semuanya uenaaakkk!! Kali ini gag sempet nulis nama menunya, karena semua namanya susah buat diingat, hahahahhaa ….

Kelar dinner, kenyang dan mulai merapat kedinginan karena angin malam. Maklum, acaranya outdoor, dan di lantai atas pulak.

Tidak membiarkan pasangan yang sudah dandan cantik dan ganteng menunggu berlama2, acara dimulai dengan memperkenalkan ke 10 pasangan pemenang kuiz dan diakhiri dengan memanggil Widi B3 & Dwi Sasongko untuk perkenalan, sekaligus sharing tentang pasangan masing2. Dwi yang terlihat cuek, ternyata adalah org yang melankolis alias mellow. Sebaliknya, Widi malahan termasuk type istri yang sedikit cuek. Disini kami mulai share satu sama lain. Terlihat bahwa ternyata permasalahan tiap pasangan, walaupun dengan berbeda latar belakang, adalah sama. Yang perempuan sering merasa kalau pasangan bisa menebak apa kemauan dan isi hati mereka, while si suami malahan biasanya bingung dan tidak mengerti akan kehendak pasangannya yang tidak dikomunikasikan lewat kata2.

Mba Vera mengajarkan, untuk tidak menebak dan menyampaikan apa kemauan kita terhadap pasangan lewat perasaan atau keinginan saja, tetapi harus dikomunikasikan dengan sebutan “I message” … Kalau ada hal yang mengganjal, harus segera disampaikan ke pasangan, dan bukan hanya dipendam rapat2 untuk kemudian menjadi bom waktu.

Babak mulai terasa lebih seru lagi, ketika masing2 pasangan maju dan diminta untuk membacakan surat cinta yang sudah ditulis oleh pasangannya.  Terlihat disitu, mana suami yang romantis, mana istri yang manja dan semua curahan isi hati yang bisa menjadi bahan tertawaan bersama sekaligus membuat mata basah karena haru.

Daniel yang tidak pernah memanggil cks dengan sebutan ‘Olla’ malam itu tiba2 menulis surat cinta dengan kata pembuka : “Dear Olla” … Haizzz, cks sampe bingung, itu panggilan kenapa bisa muncul tiba2 yaaa??!! Wkakakakakkakakak …

Malam itu kami tertawa bersama, menangis bersama, dan merasakan betul kebersamaan satu dengan yang lainnya. Setelah seharian bersama dalam 1 pesawat, 1 bus, melihat ceramic  mini factory, lunch bareng, dan malam itu kami seperti menjadi keluarga besar yang duduk bersama berbagi cerita. Acara yang dijadwalkan selesai pukul 10, malam itu selesai hampir satu jam setelahnya. Di akhir acara, kami berdansa bersama, berpelukan dengan pasangan masing-masing dengan diiringi malam dan lagu romantis dari live music.

Sekali lagi, bravo untuk team Femina yang sudah membuat acara yang sangat berkesan tersebut.

Setelah masuk kamar, setelah mandi dan berganti pakaian, saya sempatkan untuk membongkar goodie bag yang sudah disiapkan oleh Femina. Goodie bagnya beraaat, isinya banyaaak sekali. Mulai dari kimono & sandal batik, mug sariwangi, shampoo & bath gel dari Oriflame, buku tentang ‘Mari Bicara’ dari Sariwangi, bath towel Femina, dan majalah Femina edisi HUT yang memang ingin saya beli namun belum sempat2. Thanks Femina!!!

Malam itu, rasanya semua pasangan tidur berpelukan sambil mengenang acara romantis yang sudah kembali mendekatkan mereka, ditengah kesibukan pekerjaan, anak dan urusan lainnya. Kalau diingat2, rasanya ini dinner romantis pertama kami loh! *Ampuuun deh, gag romantis bener yaaak?!!* Untung ada Femina 😀 jadi bisa ngerasain dinner romantis deh …

Good nite ….

A Weekend gateway with Femina & Sariwangi

Beberapa waktu yang lalu, miss quiz kembali memperoleh keberuntungan ketika berhasil menjadi salah satu pemenang dari ‘Weekend Gathering” bersama majalah Femina & Sariwangi. Waktu itu tema kuiznya adalah, bagaimana mensiasati pasangan yang sibuk dengan gadgetnya, sehingga melupakan waktu untuk berdua.

Hadiahnya, tiket Jakarta – Denpasar – Jakarta untuk pemenang + pasangan, menginap 1 malam di hotel bintang 5 di Bali, dan mengikutin serangkaian kegiatan seru yang sudah dipersiapkan Femina, termasuk romantic dinner yang ternyata benar2 romantic dan bikin 10 pasang pemenang + 1 pasang bintang tamu terhanyut dalam acara tersebut. Benar2 unforgettable!!

Mau tau cerita lengkapnya?

Cerita seputar keikut sertaan dalam kuiz, exciting pas ditelpon sebagai pemenang, dll, pastinya udah bisa ditebak. Waktu diumumkan jadi salah satu pemenang yang beruntung, saya pikir, saya cuma akan mendapatkan liburan ke hotel di Bali, gratis, bisa leyeh-leyeh dan tidur2an sambil menikmati Bali bersama pasangan. Sama sekali tidak terpikir, kalau ada serangkaian acara seru yang sudah dipersiapkan panitia, jauh2 hari sebelum quiz digelar.

Agenda weekend hangat

Satu minggu sebelum keberangkatan, para pemenang dikumpulkan di kantor Femina, untuk berkenalan satu dengan yang lainnya, berkenalan dengan para chaperone/teman-teman dari Femina yang akan ikut dalam acara nantinya, dan sekalian dibagikan agenda acara, flight ticket, bag tag, dll.

Abis technical meeting, masih sempet berpose bersama jeng Wieny
Abis technical meeting, masih sempet berpose bersama jeng Wieny

Di hari keberangkatan, kami hadir pagi-pagi di airport terminal 3, berkumpul bersama untuk check in dan mengurus bagasi. Kami berangkat dengan pesawat Lion, dengan ETD Jakarta 6.15 AM. Dress code pertama kami adalah blue.

Tiba di Bandara Ngurah Rai, Denpasar sekitar pukul 9. Kami dijemput oleh sebuah bus nyaman, untuk menuju ke tempat pertama, melihat proses pembuatan keramik di pusat keramik, Jenggala. Disana, kami melihat dari awal, proses pembuatan keramik, dari mentah, ketika di olah oleh tangan-tangan berpengalaman, sampai ke proses pembakaran dan ketika keramik-keramik cantik sudah siap di pajang di showroom. Disana juga, setiap pasangan diberi tugas untuk  berpasangan menghias keramik berbentuk mobil. Tugas yang kelihatannya mudah, hanya mewarnai keramik berbentuk mobil, sesuai dengan tema yang sudah disepakati bersama. Disana terlihat kekompakan dan kreatifitas setiap pasangan. Hasil setelah diwarnai kemudian akan dibakar, dan dikirimkan ke setiap pasangan setelah jadi.

Setelah menghias keramik, kami lalu menuju tempat makan siang. Ini adalah waktu yang sudah dinanti-nantikan setiap peserta, karena ternyata, dari Jakarta kami membawa perut yang kelaparan …. hehehehhe … Kami dibawa ke sebuah resto keren, yang tidak terlalu crowded, tapi sangat recommended!

Ditengah kelaparan, sempet2in buat foto dong, laper sama narsis ternyata tidak ada hubungannya ya?!
Ditengah kelaparan, sempet2in buat foto dong, laper sama narsis ternyata tidak ada hubungannya ya?!

Kami dibawa ke Segara Asian Grill, di Kuta. Komen pertama setelah tiba disana, restonya cantik, tempatnya nyaman, pelayanannya baik, dan ternyata, setelah mencoba set menu yang sudah disiapkan sangat mantabhs!!!

yang baju merah kotak itu Ferly, MC yang menemani 11 couples. Yang sebelahnya Widi, ada Dwi Sasongko
yang baju merah kotak itu Ferly, MC yang menemani 11 couples. Yang sebelahnya Widi, ada Dwi Sasongko

Mau tau menunya apa aja?

  • Appetizer : Vietnamese rice paper rolls & Agedashi Tofu
  • Soup : Beef Pho
  • Main Course : Grilled Lobster with garlic, Fried Gurami Fish with Thai Sauce, Scallop bean sauce, claypot seafood tofu, Pecking Duck
  • Side : Stir Fried asian green vegetable & Egg Fried Rice
  • Dessert : Pandan Pannacotta

Favorite saya? Tentu saja Grilled Lobster, Fried Gurami, Pecking Duck, lumpia bihun Vietname & soup Pho-nya yang rasanya mirip2 menu di resto Vietnam 🙂 Yummmmm!! Seketika lupa kalau saya lagi diet :p

1 meja isi 4 orang, dapet 4 lobster yummi! Itu sisa 3 karena yang 1 udah taken by one of member :)
1 meja isi 4 orang, dapet 4 lobster yummi! Itu sisa 3 karena yang 1 udah taken by one of member 🙂

Setelah kenyang dengan lunch dan puas menikmati suasana resto sambil berfoto2 di pinggir pantai, kami bergegas ke bus lagi untuk diantar ke hotel Pullman. Check in di group lounge, sambil menikmati pemandangan hotel yang asri namun sangat modern. Setelah setiap pasangan mendapat kunci kamar masing2, kami langsung menuju kamar untuk mandi, dan bersiap-siap untuk acara selanjutnya.

Kesan pertama ketika tiba di kamar, wow!! Kamarnya keren, dengan kamar mandi yang mewah *kenapa kamar mandi? Well, selain bed yang nyaman, penentu sebuah hotel itu keren atau tidak bisa dilihat dari kamar mandinya, menurut saya* Koper yang kami masukkan ke bagasi dari Jakarta, tiba2 sudah bisa kami jumpai di kamar masing2. Di bed dan di kamar mandi, ada postcard berisi quote tentang love, karena memang trip kali ini temanya kan love 😉 Kalau biasanya di hotel2 lain, untuk pesan menu makanan, petunjuk tv channel bisa dilihat di kertas2 yang ada di bed side, disini, semua disediakan di TV. Mulai dari wifi connection, detail bills, room service menu, TV menu, semuanya tinggal di click lewat remote TV. Cool!

Acara berikutnya adalah … Couple photo session. Belum tau hasilnya seperti apa, karena setelah berfoto, kami harus menunggu dulu sampai foto selesai dan menjadi satu dari surprise dari banyak sekali surprises dari acara ini. Setelah berfoto ala cover Femina, setiap pasangan diberikan pen & kartu kecil. Untuk apakah?? Oalaaaah, ternyata kami diminta untuk membuat surat cinta untuk pasangan!! *tepok jidat!!!*

Peserta wanita dipisahkan dari pasangannya, karena masing2 harus mojok dan ngegombal di selembar kartu yang dibagikan panitia. Pastinya, kalo surat cinta2an begini, Natali, Dessy & Armand mungkin juaranya. CKS? Oh nooo, terakhir kali nulis surat ke pachar mungkin sudah belasan tahun yang lalu, ketika masih sama-sama jadi monyet. Itupun bukan dengan pachar yang sekarang jadi suami. … Lho!!!!  Walhasil, setelah bengong kira2 15 menit dan kagum melihat teman2 lain merangkai kata dengan manisnya, cks lalu menulis surat cintanya. Heh, surat cinta? Well, sebenarnya itu lebih ke surat curcolan sih :p  Akhirnya surat jadi, setelah cks menulisnya dalam bahasa Inggris :p nulis gombalan pake bahasa Indo tingkat kesulitannya 3x lipat lebih susah ternyata!!

Setelah itu, kami lalu menuju lantai 4, tempat dinner romantic diadakan. Wow!!! Kembali kami berdecak kagum, melihat tempat acara yang sudah di set di pinggir kolam di roof top, dengan lampu redup, meja2 mini berisi taburan kelopak bunga merah dan lilin kecil, dan sebuah kertas kecil bertuliskan nama pasangan yang di reservasi di meja tersebut. Tukang foto yang berkeliling mengabadikan moment kebersamaan tiap pasangan, lite music as a background, a very well prepared event!

 

Thanks God, cks dapet kursi VIP, alias meja yang paling center. Hehehehe, mungkin emang aura artis sudah melekat, jadilah meja kami bersebelahan dengan meja Widi B3 & Dwi Sasono yang merupakan pasangan celebrity yang menemani 10 pasangan lainnya selama acara berlangsung. Cool!

Well, sepertinya postingan ini kepanjangan yaa?? Mau tau ada kejutan apa aja di acara dinner romantic tersebut? Mari kita sambung ke postingan berikutnya …. nantikan saya di kota anda!! *Looh … opo toooh??!*

*maaf yaaaa, foto pelengkap ceritanya masih burem2, maklum belom sempet mindahin dari kamera, jadi fotonya dari bb sahaje :p *

In the middle of something …

Howdy?! Looooong time no see, not have even a little time to visit and write something in my luvly blog. Too busy at work and bad internet signal at home, poor me!

So, yes, am in the middle of doing something important now, not too far from the things i did last year, and the other years earlier :p Need to fully concentrate on this. A little underpreassure sometimes, but again, need a fully support to pass this.

Hope for the best, and i will share you the details once this pass 😉

Miss ya all my bloggers friends … missed all your stories, your updates, your postings that inspire me about how to make my life more colorfull 🙂

Am back!

In them middle of something

Howdy?!

Looooong time no see, not have even a little time to visit and write something in my luvly blog. Too busy at work and bad internet signal at home, poor me!

So, am in the middle of doing something important now, not too far from the things i did last year, and the other years earlier :p Need to fully concentrate on this. A little underpreassure, sometimes, but again, need a fully support to pass this.

Hope for the best, and i will share you the details once this pass 😉

Miss ya all my bloggers friends … missed all your stories, your updates, your postings that inspire me about how to make my life more colorfull 🙂

Am back!

Fireman vs Meeting-man

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah mendapatkan broadcast messages dari seorang contact di BB saya. Isinya, cerita tentang pemadam kebakaran yang terlambat datang, sehingga 3 nyawa anak2 melayang. Khabarnya, keterlambatan itu dikarenakan karena negosiasi harga yang alot.

Saya tidak tahu pasti, berapa gaji bulanan para ‘petugas pemadam kebakaran’ ini. Yang saya tahu, ketika mengunjungi Kidzania dan bermain sebagai petugas pemadam kebakaran dulu, gaji yang diterima setelah bekerja adalah 1 kidzos. Bandingkan dengan gaji yang diterima setelah bekerja berlenggak-lenggok diatas stage sebagai super model -yang kalau tidak salah- mendapat gaji 30 kidzos. Wow!!

Sepertinya, sebelum memutuskan akan memberi gaji berapa untuk profesi apa, comittee di Kidzania sudah mempelajari terlebih dahulu, berapa gaji yang diterima beberapa profesi di dunia nyata. Dan hasilnya, 1 kidzos vs 30 Kidzos untuk fireman vs supermodel!

Saya tidak punya waktu untuk mencari tahu, berapa gaji dari setiap profesi yang ada. Tapi sepertinya, ditempat saya tinggal ini, menganut sistem penggajian yang berbeda dengan di negara-negara lainnya. Misalnya, polisi,petugas rumah sakit, supir bus, dan mereka yang bekerja dengan tenaga, biasanya dibayar jauuuh lebih murah daripada mereka yang bekerja dengan otak.

Selain kerja keras, dibutuhkan latar belakang pendidikan yang sangat baik, koneksi yang luas dan keberuntungan yang cukup, untuk bisa duduk di sebuah posisi yang baik di perusahaan yang bisa menjamin kesejahteraan karyawannya. Tidak tahu, apakah gaji para petugas yang saya sebutkan diatas kurang memadai, sehingga mereka harus -kalau benar adanya- bernegosiasi sedemikian alotnya sebelum menerima suatu pekerjaan. Saya pikir2, kalau mereka digaji layak dan cukup, sehingga mereka tinggal bekerja, tanpa perlu memusingkan urusan perut keluarganya ataupun biaya sekolah anaknya, apakah, mereka bisa diandalkan layaknya pekerjaan mereka yang membutuhkan kesigapan untuk berkejaran dengan waktu?

Hmmm, compare lagi dengan para wakil rakyat, yang pekerjaan sehari-hari-nya duduk dan rapat. Lagi-lagi, saya kurang tahu, apakah disini dibutuhkan pemikiran cerdas yang merupakan modal utama untuk menerima gaji yang sangat lumayan. Pekerjaan mereka sepertinya tidak membutuhkan otot, juga tenaga yang terlalu berjerih. Toh, hasil yang diterima, tidak begitu signigicant, berbanding dengan pengeluaran yang kita ketahui bersama.

Well, katakanlah saya asal bunyi. Tidak tahu data yang tepat, tapi asal nyerocos … Tapi saya bisa melihat, kalau wakil rakyat yang sering terekam di televisi dengan muka terkantuk-kantuk ketika menjalani rapat yang merupakan pekerjaan utama mereka. Saya juga bisa membaca, ketika mereka ada di berita di internet, dengan pakaian mahal, tas mahal dan perjalanan kunjungan mereka ke luar negeri yang entah dilakukan dengan uang tabungan sendiri atau hasil uang tabungan rakyat.

Saya hanya terpikir untuk membuat postingan ini, ketika tadi siang saya melihat seorang petugas pemadam kebakaran yang berteriak meminta mobil lain minggir, dengan seragam warna terangnya, berpeluh mencoba melintasi jalanan Jakarta yang hampir selalu tersendat, berusaha untuk tiba di lokasi tepat waktu untuk menjalankan tugas utamanya, memadamkan api!

Fireman vs Meeting-man

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah mendapatkan broadcast messages dari seorang contact di BB saya. Isinya, cerita tentang pemadam kebakaran yang terlambat datang, sehingga 3 nyawa anak2 melayang. Khabarnya, keterlambatan itu dikarenakan karena negosiasi harga yang alot.

Saya tidak tahu pasti, berapa gaji bulanan para ‘petugas pemadam kebakaran’ ini. Yang saya tahu, ketika mengunjungi Kidzania dan bermain sebagai petugas pemadam kebakaran dulu, gaji yang diterima setelah bekerja adalah 1 kidzos. Bandingkan dengan gaji yang diterima setelah bekerja berlenggak-lenggok diatas stage sebagai super model -yang kalau tidak salah- mendapat gaji 30 kidzos. Wow!!

Sepertinya, sebelum memutuskan akan memberi gaji berapa untuk profesi apa, comittee di Kidzania sudah mempelajari terlebih dahulu, berapa gaji yang diterima beberapa profesi di dunia nyata. Dan hasilnya, 1 kidzos vs 30 Kidzos untuk fireman vs supermodel!

Saya tidak punya waktu untuk mencari tahu, berapa gaji dari setiap profesi yang ada. Tapi sepertinya, ditempat saya tinggal ini, menganut sistem penggajian yang berbeda dengan di negara-negara lainnya. Misalnya, polisi,petugas rumah sakit, supir bus, dan mereka yang bekerja dengan tenaga, biasanya dibayar jauuuh lebih murah daripada mereka yang bekerja dengan otak.

Selain kerja keras, dibutuhkan latar belakang pendidikan yang sangat baik, koneksi yang luas dan keberuntungan yang cukup, untuk bisa duduk di sebuah posisi yang baik di perusahaan yang bisa menjamin kesejahteraan karyawannya. Tidak tahu, apakah gaji para petugas yang saya sebutkan diatas kurang memadai, sehingga mereka harus -kalau benar adanya- bernegosiasi sedemikian alotnya sebelum menerima suatu pekerjaan. Saya pikir2, kalau mereka digaji layak dan cukup, sehingga mereka tinggal bekerja, tanpa perlu memusingkan urusan perut keluarganya ataupun biaya sekolah anaknya, apakah, mereka bisa diandalkan layaknya pekerjaan mereka yang membutuhkan kesigapan untuk berkejaran dengan waktu?

Hmmm, compare lagi dengan para wakil rakyat, yang pekerjaan sehari-hari-nya duduk dan rapat. Lagi-lagi, saya kurang tahu, apakah disini dibutuhkan pemikiran cerdas yang merupakan modal utama untuk menerima gaji yang sangat lumayan. Pekerjaan mereka sepertinya tidak membutuhkan otot, juga tenaga yang terlalu berjerih. Toh, hasil yang diterima, tidak begitu signigicant, berbanding dengan pengeluaran yang kita ketahui bersama.

Well, katakanlah saya asal bunyi. Tidak tahu data yang tepat, tapi asal nyerocos … Tapi saya bisa melihat, kalau wakil rakyat yang sering terekam di televisi dengan muka terkantuk-kantuk ketika menjalani rapat yang merupakan pekerjaan utama mereka. Saya juga bisa membaca, ketika mereka ada di berita di internet, dengan pakaian mahal, tas mahal dan perjalanan kunjungan mereka ke luar negeri yang entah dilakukan dengan uang tabungan sendiri atau hasil uang tabungan rakyat.

Saya hanya terpikir untuk membuat postingan ini, ketika tadi siang saya melihat seorang petugas pemadam kebakaran yang berteriak meminta mobil lain minggir, dengan seragam warna terangnya, berpeluh mencoba melintasi jalanan Jakarta yang hampir selalu tersendat, berusaha untuk tiba di lokasi tepat waktu untuk menjalankan tugas utamanya, memadamkan api!